Saya sedang tidak tertarik untuk ngobrol yang berat-berat yang menuntut berpikir keras, Maklum hari Minggu menjelang siang yang kebanyakan orang mulai akan mendekati saat-saat Sunday scaries, alias minggu suntuk karena sadar bahwa esok hari sudah merupakan hari kerja lagi.
Untungnya hari ini ada 2 pertandingan final football, bukan sepak bola model MU, Liverpool atau Arsenal loh ya, ini football-nya Amerika yang memang namanya menyesatkan. Maksudnya menyesatkan adalah karena disebutnya football atau bola kaki, tapi mainnya sendiri bola dibawa lari dan musuh berusaha menelikung pembawa lari bola itu lalu jika kena para pemain mulai bertubrukan dan bertumpuk-tumpuk hehehe. Saya setuju, namanya menyesatkan. Lebih tepat bola tangan daripada bola kaki hahaha..
Saya juga tidak memiliki niat untuk keluar rumah sama sekali. Hari ini dan beberapa hari mendatang suhu terhangat -11°C dan terdingin -21°C, lebih enak diam di rumah yang hangat. Besok lebih parah lagi, suhu paling hangat -13°C dan baru nanti hari jumat mencapai suhu terhangat 3°C. Minggu ini akan menjadi minggu yang sangat dingin. Akhir Januari memang biasanya merupakan hari-hari terdingin Winter. Sejak semalam turun salju, katanya hingga besok siang. Hari yang cocok untuk ditemani kopi dan combro atau balabala hahaha..
Saya masih pada kondisi melepaskn diri dari proses menulis yang tersendat. Hari ini mengalami lagi saat keinginan menulis terus menggebu sementara otak dan pikiran saya tidak mau diajak bekerja sama untuk mencari topik dan ide untuk menulis. Kemarin sih agak lancar walau sesudah dibaca ulang saya merasa agak lucu, tapi biarkan saja. Kalau hasil begitu, ya saya terima saja. Penulis yang profesional saja sering sekali menghasilkan tulisan sampah dan yang tidak bermutu apalagi saya yang cuma iseng.
Saya pernah membaca sebuah artikel beberapa waktu yang lalu yang mengatakan bahwa menulis merupakan salah satu kegiatan yang dapat menghambat proses kepikunan. Dimetia katanya bisa dihindari jika benak dan otak kita terus aktif. Mangkanya saya tidak heran jika pergi berenang di senior center, ada 2 atau 3 meja yang khusus digunakan untuk menyusun puzzle. Saya sering sekali menyaksikan opa-opa dan oma-oma duduk sambil ngobrol dan minum kopi atau ngemil cookies sambil menyusun puzzle, bermain kartu atau membaca buku. Mereka berusaha terus bersosialisasi dengan rekan-rekan sebayanya melakukan kegiatan yang produktif.
Kalau sudah menyaksikan mereka yang asyik bersosialisasi, saya selalu teringat ayah di rumah. Ayah saya sudah hampir tidak mempunyai teman sebaya karena kebanyakan sudah menghadap Pencipta. Ayah sudah mendekati usia 90 tahun, jadi memang rekan sebayanya semakin sedikit, apalagi tinggal di kota kecil di pesisir pantai utara. Mungkin jika beliau tinggal di kota seperti dimana saya tinggal sekarang, beliau bisa ngobrol bareng sambil ngopi dengan teman-teman seusianya. Hidup bisa jadi tidak sesepi yang mungkin dialami ayah saya.
Apakah ketika mencapai usia tertentu waktu menjadi begitu lambat? Saya merusaha menduga-duga, membayangkan duduk sendiri merenung di halaman dengan pikiran menerawang.Hmm.. Berapa lama saya bisa bertahan? Saat ini saya merasa waktu bergerak terlalu cepat. Hari demi hari saya lalui, tiba-tiba sudah menjelang akhir pekan, eh lalu tiba-tiba sudah hari Minggu dan menjelang memasuki hari kerja. Atau sering kali saya tercekat ketika menyadari anak semata wayang sudah mulai hidup mandiri, peran saya menjadi semakin sedikit, saya kehilangan peran sebagai super hero, karena "kehebatan" saya saat ini sudah tidak luar bisa lagi karen dia sudah melakukan apa yang saya agung-agungkan, malah keliahatan dia lebih baik, lebih tangkas dan daya tahannya lebih hebat.
Saya jadi ingat ending dari sekuel terakhir film Godfather, Michael Corleone duduk di sebuah kursi di halaman rumah, sepi sendiri. Hanya bebrapa ekor ayam yang bekeliaran. Halaman rumah yang kering, tidak terlihat kehijauan rumput ataupun tanaman. Duduk tidak ada teman atau keluarga, hanya sendirian, lalu dia tersungkur dan menghembuskan napasnya yang terakhir. Sedih.
Saya membayangkan berada di halaman rumah kecil yang hijau penuh dengan tanaman tomat, buncis, selada dan bumbu dapur. Beberapa ekor ayam sedang mencari makanan. Saya sibuk dengan sebuah keranjang kecil memetik sayuran dan bumbu untuk menu makan siang. Di dapur mungkin ada seekor ikan yang sudah siap dibumbui dan menunggu sayuran dari kebun yang sedang saya petik untuk menemani. Kelihatan lebih penuh warna daripada Michael Corleone ya? Hahaha...
Foto credit: healthiersteps.com
Suka banget baca tulisan ini, Bang Jo. Aku juga suka merenung, membayangkan bagaimana menjalani masa2 lansia nanti. 😊
Haha.. terima kasih Mbak Mega. Itu nulis sambil pikiran ngelatur