AES 1119 Teman Di Rantau
joefelus
Tuesday June 18 2024, 10:56 AM
AES 1119 Teman Di Rantau

"I feel like I am losing it. I lost my sense of purpose in life!" Kata saya sambil merasakan bahwa mata saya berkaca-kaca.

"Well, it's a big thing, Jo. I think all parents experience that at one point in time." Kata teman kerja saya.

Kami pada saat itu sedang makan siang. Kami memilih duduk di luar karena di luar udaranya begitu hangat sementara di dalam dining center kami selalu kedinginan. Obrolan kami awalnya dari hal yang biasa hingga akhirnya semakin lama semakin dalam. Topik seputar makanan yang sedang kami santap hingga tentang kejadian hidup, terutama yang sedang saya alami akhir-akhir ini. saya memang sedang butuh teman bicara.

Teman dan sahabat di rantau adalah harta karun yang tak ternilai. Sepertinya saya pernah ngobrol tentang ini, tapi entah kapan. Obrolan ini kembali muncul karena saya merasakan hal yang sangat luar biasa akhir-akhir ini dengan kehadiran teman serta sahabat. Mereka adalah penopang ketika kita tidak mampu berdiri tegak, mereka adalah penyemangat ketika kita sedang jatuh, mereka adalah penghibur ketika kita sedang gundah gulanan. Banyak hal lain yang saya rasakan terutama ketika saya sedang di rantau. Tanpa teman dan sahabat akan sulit bagi saya untuk bisa survive.

Itu yang saya tekankan dan ingin saya ajarkan pada Kano. Beberapa contoh nyata saya kemukakan padanya, seperti misalnya akhir pekan kemarin. Untuk pergi ke IKEA kami butuh pertolongan teman yang memiliki kendaraan besar. Kendaraan saya adalah sebuah sedan, walau full size, tetap tidak akan dapat menampung sekian banyak doos besar. Karena sahabat kami, maka semua perabot dapat diangkut dengan sebuah jeep. Tidak hanya itu, 2 hari terakhir ini Kano memperoleh 2 karpet besar tanpa biaya apapun. Bayangkan saja berapa uang yang dapat dihemat. selembar karpet besar itu bisa mencapai seharga lebih dari $200!

Hidup di rantau itu harus bisa berteman, karena jika kita hanya sendirian, akan sulit untuk bisa survive.

"Don't worry, Jo. We are like family. We take care of each other." Kata chef Chavez tadi siang ketika saya mampir di Braiden. Hari ini kebetulan banyak rekan kerja yang tidak masuk, sehingga saya harus mengurus semua unit yang ada di selatan.

"I don't mind to be the king of the South Side!" Kata saya tadi pagi ketika mengetahui ada 2 orang rekan kerja yang berhalangan hadir. Oleh sebab itu saya haru bertugas mengurus 5 unit kerja dan semuanya ada di bagian Selatan Kampus. Kami memang saling membantu, seperti keluarga.

"Be nice to your friends. Do not hesitate to help out when your friend needs you." Kata saya beberapa hari yang lalu.

"Yes, Dad. I will remember that." Jawab Kano

"Look what happens to us if we do not have friends. Especially you will be on your own, your family will be far away. Friends are treasures! If you are nice to them, they will be nice to you!" Kata saya

foto credit: seangormanlpc.com

finsjournal
@finsjournal   2 years ago
Betul sekali, Pak Jo... buat saya, teman di rantau seperti keluarga... bersyukur punya teman yang peduli dan membawa kepada kebaikan.. pernah waktu berkelana di Ibu Kota, teman kerja waktu itu, keluarganya baik sekali, saya dibawain bekal makan siang setiap hari, dibelikan baju, dicarikan tempat kost, dipinjemin sepeda untuk kerja... pengalaman yg luar biasa, Pak.
joefelus
@joefelus   2 years ago
Setuju, kak! :)
You May Also Like