AES21 - Big Bang - Big Bounce
Gunawan Muhtar
Wednesday November 26 2025, 6:13 PM
AES21 - Big Bang - Big Bounce

Saat kesadaran memecah berekspansi mengalami seluruh keberadaan, suatu bentuk pengalaman rasa yang juga dialami fragment / pecahannya adalah pengalaman keterpisahan.

Mengalami rasanya terpisah dan menjadi segala sesuatu itu, serupa proses menghembuskan nafas.

Ilmu fisika menyebutnya Big Bang. Lewat proses ini, kesadaran mengalami ekspansi melalui pengalaman rasa yang dialami setiap fragmentnya yang menyebar menjadi segenap keberadaan sampai kelak kembali mengalami proses manunggal.

Proses alam semesta yang kelak akan menyatu kembali Ini serupa proses menarik nafas. Ilmu fisika menyebut proses menyatunya jagat ini sebagai Big Bounce.

Big bang dan Big Bounce itu proses abadi yang berlangsung terus menerus.

Setiap fragment kesadaran / kesadaran individu, berproses mengalami pengalaman rasa dari struktur terkecil yang paling sederhana seperti mengalami rasanya menjadi atom, sampai mengalami rasanya menjadi mahluk sangat kompleks yang bentuknya tidak bisa lagi dibayangkan oleh pikiran manusia.

Menjadi manusia itu, hanya salah satu pengalaman rasa kesadaran, dari tak terhingganya pengalaman rasa yang bisa dialami.

Jadi walau dari sudut pandang kita kehidupan dibumi ini seolah segalanya, dari sudut pandang spiritual yang lebih tinggi, ini hanyalah fragment sangat kecil serupa sebutir pasir ditengah gurun pasir yang tak terhingga luasnya.

Sebelum mengalami rasanya menjadi manusia yang sedang membaca tulisan ini, kita semua telah melewati proses panjang mengalami banyak pelajaran dan pengalaman.

Dari mulai merasakan diri menjadi atom hidrogen, sebatang rumput, sampai menjadi sesuatu yang tak terbayangkan bentuknya.

Jalaludin Rumi memahami ini dan menuangkannya lewat banyak puisinya.

Kini kita sedang mengalami rasanya menjadi manusia dengan segala drama dan pengalamannya disebuah planet kecil bernama bumi, disudut salah satu galaksi dari trilyunan galaksi di jagat raya.

Semoga sedikit membuka, bahwa jiwa kita jauh melampaui apa yang selama ini kita yakini tentang diri kita sendiri. Melampaui apa yang selama ini doktrin keyakinan dan kepercayaan "memaksa" kita untuk meyakininya.

Kembali memahami siapa diri kita itulah :

"Merangkul the matrix sebagai bagian dari pengalaman rasa".