Sudah minggu ke-2 saya kembali berolahraga High Intensity Interval Training. Rata-rata kegiatannya diawali dengan treadmill, lalu dilanjutkan dengan rowing dan rep di floor. Yang terakhir ini adalah latihan untuk core and toning (dengan barbel dan alat lain) Banyak program yang dijalankan yang dikategorikan endurance, power, strength dan sebagainya. Endurance ditekankan pada ketahanan tubuh sehingga dapat dilihat dari program yang dijalankan di treadmill misalnya lari nonstop selama bermenit-menit. Jika power atau strength yang ditekankan adalah kualitasnya misalnya 1 menit lari dengan kecepatan biasa, 1 menit dengan kecepstan lebih tinggi lalu 30 detik all out (sekuat-kuatnya) lalu jalan kaki untuk beristirahat 1 menit. Itu contohnya.
Yang sangat saya sukai adalah kebersamaannya, walau tidak saling mengenal, tapi kita saling memberi semangat! Rata-rata ada puluhan orang yang berolahraga bersama sama dengan seorang pelatih yang terus memberi semangat dan petunjuk program.
"Joooo, you can do it. Come one! Don't give up! 10 more seconds! nine, eight, seven, three, two, ONE! Good Job!"
"Everybody! Applause for Jo!" lalu semua teriak dan bertepuk tangan atau saling high five satu sama lain dan saling mengatakan,"Good Job!"
Begitu teriak pelatih yang terus mendorong setiap orang untuk terus bersemangat! Dan hasilnya? saya selalu membakar kalori diatas 800! Sudah 5 kali saya berolahraga dan total sudah membakar lebih dari 4000 kalori. Dari 5 kali itu yang paling saya benci adalah Everest! Ini istilah untuk olahraga bertema piramid, lari dengan inklinasi semakin lama semakin tinggi dari 2% hingga 12 persen! Ini berat sekali, seperti lari di tanjakan yang curam hingga mau pingsan rasanya! Sesudah 12% lalu dilanjutkan dengan 10, 8, 6, 4 dan 2. Saya hampir muntah!
Tadi sore begitu selesai olah raga saya duduk di dalam mobil sesudah selesai mandi dan lutut saya gemetaran. Beristirahat sejenak sebelum kemudian mengemudi dan menjemput Nina dalam perjalanan pulang. Ya hari ini kekuatan lutut saya diuji, berlari dengan intensitas berubah-ubah lalu rowing juga dengan jarak serta kecepatan berbeda beda. Kemudia di floor saya latihan untuk core, hingga hampir menangis hahahaha...
Tiba di rumah saya menghadiahi diri sendiri dengan 1/2 cup nasi dengan lauk soto betawi dengan daging buntut tanpa merasa berdosa. Selesai itu ditutup dengan buah kesemek! Saya makan enak tapi tidak merasa berdosa sebab sesudah semua makanan saya catat, saya masih defisit 1500 kalori. (oh ya bisa begitu karena td pagi berenang hampir 500 cal, ditambah HIIT 821 cal) Begitu saya tutup app-nya, ada notifikasi, If everyday like this, in 5 weeks you will weigh 172 lbs (itu artinya saya turun sekitar 14 lbs, sekitar 6kg!), padahal saya tadi siang makan beef stroganof di tempat kerja (tanpa nasi), bagel dan cream cheese untuk sarapan, dan nasi sedikit dengan soto betawi! Oh jangan lupa kesemek! Hahahaha Makan enak tapi bisa kurus! Kuncinya olah raga. Gempor sih gempor tapi bahagia dan tetap makan enak dan yang pasti sebentar lagi saya pasti bisa tidur sangat nyenyak! hehehehe..
Selamat buat Pak Jo yang udah mulai rutin berolah raga. Semangaaat!