Di mana-mana, ketika ada seekor kucing, pasti dia langsung dikerubungi oleh pemuja-pemujanya. Dibelai-belai, dipanggil, dipuji, diberi makan. Tentu saja: dibujuk hingga naik ke pangkuan. Menikmati anugerah dijadikan tempat duduk kucing adalah apresiasi terbaik dan tertinggi yang bisa digapai seseorang.
Kucing adalah makhluk yang anggun. Mereka tahu apa yang mereka mau. Mereka tidak sudi disuruh-suruh. Mereka menuruti kata hati mereka, mengikuti kemauan sendiri. Mereka berkarakter, berpendirian! Sulit untuk memenangkan hati mereka dengan tulus. Karena sifat mereka begitu dingin dan berjarak, begitu kita diberikan kehangatan dan tanda sayang dari mereka, rasanya sungguh istimewa.
Kucing sering sekali dibandingkan dengan anjing. Anjing adalah makhluk yang lebih penurut, membentuk dirinya untuk mencintai manusia — itu sebabnya mereka disebut sebagai man’s best friend. Mereka sudah didomestikasi ribuan tahun sebelum kucing. Mereka bahkan dikembang biakkan secara selektif untuk memenuhi keinginan manusia. Sementara itu, kucing belum terlalu lama didomestikasi. Mungkin juga secara kepribadian mereka tidak sepenurut anjing.
Tapi tetap saja, banyak budaya manusia yang mencintai mereka. Dalam budaya Mesir Kuno, mereka diasosiasikan dengan Dewi Isis. Dewi Bastet direpresentasikan dalam bentuk kucing. Mereka bahkan memumifikasi kucing peliharaan, dengan cara yang sama seperti mumi manusia, sebab mereka memandang kucing sebagai makhluk sederajat. Orang Norse juga mengasosiasikan kucing dengan Dewi Freyja, lambang kesuburan dan keberuntungan.
Di sekolah, semua teman-temanku selalu terbirit-birit mengelus Ratih kalau bertemu di kantin. Dia kucing yang mudah kesal tiba-tiba, jadi harus hati-hati. Rasanya begitu istimewa kalau jadi ‘orang pilihan’ Ratih untuk diduduki, atau diperboleh memegang perutnya. Siapapun yang sedang disayang Ratih hari itu, akan menjadi target rasa cemburu orang-orang lainnya.
Aku juga sungguh senang kalau diduduki kucing. Meskipun pegal, meskipun sakit kalau terkena kuku mereka yang tajam, rasa damai dan dicintainya tidak akan pernah tertandingi.