AES017: Bekal Memahami Orang-Orang Aneh.
Farzan
Sunday February 23 2025, 11:35 AM

Kehidupan adalah hal yang menarik untuk dijalani. Ada begitu banyak kelokan yang bisa kita pilih untuk ditempuh, cerita-cerita unik yang bisa diperankan, pola pikir tak biasa yang bisa dibentuk.

Sayangnya, lantaran permasalahan realistis seperti kebutuhan untuk bertahan hidup, kita acap kali terjebak menjalankan hidup dengan terperangkap dalam kewajiban seperti bekerja- alhasil membuat beragam jalan hidup unik tak lagi bisa ditempuh demi konformitas. Begitu banyak orang memiliki cerita hidup yang sama: belajar, bekerja, mungkin menikah dan membesarkan anak, dan- semoga- pensiun dengan tenang dan tentram. Banyak pengalaman hidup yang terkunci lantaran keharusan untuk menjadi individu yang praktikal agar bisa hidup dengan tenang. Hanya sedikit yang memiliki waktu untuk bisa mencapai hal yang mereka impikan.

Itu merupakan sebuah hal yang patut disayangkan, menurutku; tapi tak terelakkan. Sama seperti bagaimana benda selalu jatuh dari atas ke bawah dan esok selalu datang, kadang kita harus berdamai dengan fakta-fakta tertentu. Kita hanyalah penumpang yang terombang-ambing di sungai kehidupan dengan sedikit kendali soal kemana arus sungai akan membawa kita, dan yang bisa kita lakukan adalah menjadikan perjalanan singkat kita sebaik mungkin. Bagi banyak orang, itu berarti menjalani hidup yang pasti dan aman. Dan that's okay. Kita adalah manusia, bagaimanapun juga, dan manusia mampu menemukan makna dan keindahan di manapun itu.

Tapi tidak semua orang menjalani irama yang sama. Ada beberapa orang yang mau mengarung jeram untuk mengarahkan perahu ke tempat yang mereka mau dan berhasil dalam melakukannya. Cerita mereka bukan ceritaku, memang. Tapi kita bisa melahirkan dewa dan membunuh naga lewat cerita. Kita tentu juga bisa belajar lewat cerita, bahkan kalau itu bukan tentang kita. Yang kita butuhkan hanyalah kemauan untuk menampung, bukan menuangkan. Bukan hal yang mudah, memang.

Aku adalah aku. Kau adalah kau. Kita adalah makhluk yang terdiri dari pola dan irama. Kita melihat dunia lewat mata kita sendiri, kita memikirkan dunia lewat pikiran kita sendiri. Mau itu sebuah kekangan atau kekuatan, individualitas adalah sebuah kepastian tentang manusia; dan ada kebanggaan dan kepastian yang terikat dengan pribadi kita. Ada kepastian dalam cara berpikir kita sendiri, karena kita menghabiskan seisi hidup kita untuk membentuknya. Karena itu, mungkin kita akan merasa terombang-ambing saat kita mencoba memahami cara pikir mereka yang begitu berbeda dari kita. Hal itu yang membuat kita sulit untuk memahami lensa pikir yang berbeda dengan lensa pikir kita.

 Mungkin yang ingin kukatakan lewat tulisan ini adalah pentingnya menyerap sekitar dengan mata yang jernih. Pentingnya untuk tidak menghakimi saat kita sedang mencoba untuk memahami sekitar. Dan kita harus memahami, kalau kita ingin tidak terjebak dalam pola pikir kita sendiri. Dalam perjalanan singkatku menemui beragam orang-orang aneh, bekal terbesarku adalah mengerti kalau ada kebijakan mereka yang hanya bisa diserap kalau kita mau merendahkan diri.