Setelah POT, terbitlah AES.. hehe..
Meskipun AES ini sedikit terlambat terbit karena setelah POT ada FestLit yang seru sekali, jadilah tulisan ini sedikit tertunda. Tidak apa lah ya..siapa tahu bisa jadi pengingat lagi setelah 1 minggu berlalu
POT hari Sabtu, 1 November 2025 kemarin ini sungguh menarik sekali. Banyak insight-insight yang berseliweran di kepala dan saya pikir sebaiknya dituliskan sekalian saja di AES sebelum terlupa.
Materi POT kemarin menjelaskan tentang generasi-generasi, mulai dari generasi baby boomers, Millenials, Gen Z dan juga Gen Alpha. Kondisi politik, ekonomi dan sosial dunia mempengaruhi karakteristik tiap generasi dan juga cara pola asuh mereka sebagai orang tua. Ketika saya mendengar pemaparan tentang itu, hal yang langsung terpikir oleh saya adalah: wow! banyak sekali PR para Millenial parents yaa..

Para millenials parents yang dibesarkan oleh para baby boomers dengan tough love-nya harus memutus banyak rantai untuk bisa mendidik para Gen Z atau Gen Alpha sesuai zamannya, yang mana pola asuh Boomers yang diterima oleh Millenials ini sudah tidak sepenuhnya relevan untuk para “anak jaman now”. Para Milenial yang mungkin tidak pernah terbiasa diajak mengobrol oleh ortu boomers-nya, harus keluar dari zona nyaman untuk membiasakan diri mengajak diskusi anak-anak Gen Z dan Gen Alpha-nya karena karakteristik anak-anak jaman now yang lebih penasaran, lebih kritis dan lebih berani mengungkapkan pendapat. Millenial Parents terkadang perlu memberi pengertian kepada para kakek-nenek boomers mengenai kenapa kok cucu-nya tidak “senurut” anak jaman dulu, sambil harus menanggapi obrolan anak-anaknya tentang anime, manga, dan juga ikut menghafal lagu-lagu Kpop Demon Hunters

Semangat yaaa Millenials Parents.. semoga selalu diberikan kesabaran, kekuatan, dan kemudahan buat kita.
Oleh karena itu, di sini lah berkesadaran itu diperlukan dalam mendampingi anak. Orang tua perlu sadar siapa sih dirinya? Apa yang membentuk dirinya hingga menjadi seperti ini? Kembali ke akar.. kembali ke fitrah. Orang tua justru perlu lebih banyak menggunakan hatinya. Agar nantinya diharapkan bisa memunculkan rasa empati pada anak, yang mana rasa tersebut sudah terasa asing sekali di jaman sekarang ini.
Segini dulu saja deh ya tulisan tentang POT-nya..masih ada hal lain dari POT yang mau dibahas sebenarnya. Tapi sepertinya di tulisan berikutnya saja..insya Allah. hehe..
Ditunggu berikut2nya....