AES57 Puisinya atau Tulisannya?
finsjournal
Friday February 11 2022, 10:56 AM

WhatsApp Image 20220207 at 07.38.50.jpeg

Sebuah gambar quote yang dikirim Kak Andi di suatu pagi, seketika menyadarkan saya akan suatu hal yang sedang bergumul dalam batin dan benak.

Bagaimana tidak, memasuki sebuah lingkungan baru membuat saya otomatis menyesuaikan diri dengan budaya dan kebiasaan di tempat tersebut. Sama halnya dengan tempat kerja.

Di awal saya bergabung dengan Semi Palar, mengamati sekitar, kemudian muncul pertanyaan dalam diri, Apakah saya bisa? Apakah tempat saya disini? Apakah saya akan mengecewakan diri dan orang disekitar? Dan masih banyak yang lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya 'bekerja keras' untuk bisa 'mengejar' Kakak yang sudah lebih lama di SmiPa.

Sampai akhirnya beberapa momen berdatangan silih berganti, hingga gambar di atas yang mematahkan pemikiran saya selama ini. Kemudian muncul pertanyaan berikutnya, Untuk apa saya mengejar mereka? Kenapa saya harus mengejar mereka? Bukan ini yang esensial...

Kembali melihat ke dalam diri. Saya adalah saya yang sekarang berpijak di bumi di titik ini. Saya adalah saya yang sedang belajar dari awal. Saya adalah saya yang sedang mencoba mengukur kapasitas diri. Kenapa saya harus mengejar orang lain... Kenapa saya harus seperti orang lain... Kenapa saya harus menjadi seperti orang lain...

Gambar itu mengingatkan kembali pada hakikatnya diri, pada proses pencapaian diri, pada apresiasi diri...

Tetaplah menjadi diri sendiri dengan segala keunikan yang dimiliki! Tetaplah berusaha menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya! Itulah esensinya...

Tidak mengapa ketika orang lain menganggapnya berbeda... Saya berikan saja puisi ini kepada mereka...

Sabar...

Aku masih dalam proses belajar...

Tidak semua harus menjadi benar...

Membuat kesalahan masih sangatlah wajar...

Tidak semua hal bisa didapatkan instan

Perubahan tidak perlu dibayar kontan

Menikmati proses dan waktu

Seperti air hujan yang menetes perlahan di atas batu

Aku tak tahu jika harus menghitung minggu

Yang kau butuhkan hanya menunggu

Maaf, jika puisi ini membuatmu ingin menulis komen...

Aku hanya ingin menikmati setiap momen...

The End.