"Inner peace.... inner peace!" Kata Po. Kemudian perutnya berbunyi.
"Do you want to eat?" Tanyanya kepada master Shifu.
Saya hanya membayangkan sebuah adegan dalam film Kung Fu Panda, entah tepat atau tidak. Kemungkinan tercampur-campur antara adegan satu dengan lainnya. Saya hanya mengutipnya karena saat ini saya sedang menikmati kesunyian.
Hari pertama di bulan Ramadhan. Sudah lama saya tidak merasakan hari seperti ini. Kalau di Fort Collins terutama di musim dingin sering sekali, apalagi ketika turun salju. Saya sering katakan bahwa saat-saat semacam itu saya dapat menikmati kesunyian sejati. Tidak ada bunyi mahluk hidup bahkan alam. Tidak ada suara burung maupun gesekan daun karena di luar sangat sunyi. Itu yang membedakan hujan dan salju, salju tidak menyebabkan suara apapun. Sangat hening.. inner peace.. kalau kata master Shifu atau Po.
Nah hari pertama bulan puasa sedikit agak mendekati. Pagi hari memang banyak anak bermain-main, mungkin sesudah makan sahur adrenalin mereka masih tinggi sehingga mereka bermain-main di luar berlarian sambil menunggu saat shalat subuh. Saya terjaga karenanya. Hal yang sama selalu saya alami di apartemen saya di Fort Collins karena tetangga saya banyak sekali yang dari Timur Tengah. Bahkan saya katakan orang yang membeli mobil saya berasal dari Jedah!
Sesudah shalat subuh, saya sungguh menikmati keheningan. Mungkin hanya bunyi seranggga, burung-burung dan kokok ayam. Sisanya tidak ada kegiatan berarti. Biasa pukul 8 pagi sudah banyak ibu-ibu yang berolah raga berjalan kaki di jalan kompleks depan rumah. Hari ini tidak ada sama sekali. Sangat hening, seperti tidak ada manusia. Inner peace!
"Kalau saja setiap hari seperti hari pertama bulan puasa, ya Nin." Gumam saya sambil menyiapkan laptop.
"That would be nice." Kata Nina tanpa mengalihkan pandangannya ke tablet yang sedang dia pegang sambil melakukan sesuatu.
Pagi ini saya hanya masak sedikit untuk Nina. Dia pencinta udang dan dia sangat suka yang sederhana. Hanya garam, air jeruk nipis dan bawang putih. Itu bahan-bahannya. Nina senang menikmatiya dengan nasi panas dan potongan timun. Sesudah masak nanti saya akan berkemas. Hari ini saya putuskan untuk mencoba jalan tol yang belum pernah saya lewati, akan ke daerah pantai utara. Saya ajak adik saya dan 2 orang teman yang sudah saya kenal sejak TK dari kampung yang sama.
Di bulan puasa, kota kecil tempat saya dibesarkan selalu ada keramaian, terutama menjelang saat buka puasa. Saya sudah kengen dengan jajajan khas di sana. Jadi saya memutuskan untuk rehat sejenak dan menyingkir ke luar kota. Biasa butuh sekitar 4 jam, tapi katanya dengan melalui tol akan memangkas waktu perjalanan menjadi sekitar 2,5 jam saja. Saya akan buktikan nanti. Masih banyak waktu, saya akan berangkat menjelang sore sehingga tiba di sana menjelang buka puasa.
Sekarang, saya akan menikmati saat-saat spesial yang hanya terjadi setahun sekali. Menikmati kesunyian, menikmati kedamaian. Suara sepeda motor yang biasnya terdengar setiap beberapa saat karena tepat di sebelah rumah saya ada gang menuju kampung belakang dan dijadikan akses jalan bagi mereka untuk keluar menuju jalan raya. Kali ini jarang dilalui. Semua orang beristirahat dan melakukan penyesuaian diri di hari-hari pertama di bulan puasa.
Inner peace.... inner peace!
Foto credit: tellemiknowtherep.weebly.com