AES23 Animal Communication (1)
Kirana Kasih
Friday August 27 2021, 3:27 PM
AES23 Animal Communication (1)

Seminggu yang lalu aku mengikuti workshop animal communication . Jadi aku belajar bagaimana berkomunikasi dengan hewan namun menggunakan intuisi. Pada dasarnya semua orang memiliki kemampuan ini. Karena leluhur kita pun sebelum mengenal kata-kata berkomunikasi dengan intuisi. Hanya saja, perlu waktu dan latihan hingga kita bisa membangkitkan lagi kemampuan itu. 

Sebenarnya, mamaku sudah memberitahu dan mengajakku untuk mempelajari ini sejak lama. Karena ini bisa sangat membantu hewan dan pemiliknya juga. Misalnya jika ternyata mereka sakit, seringkali melakukan hal yang tidak wajar, atau ketika kabur dan hilang. Namun, aku baru akhirnya benar-benar ingin mempelajarinya setelah aku merasakan kepergian Charles.  

Proses komunikasinya pun bukan kita mengobrol biasa seperti ke manusia dengan kata-kata. Kita harus masuk dulu ke dalam ruang hati kita. Kemudian saat sudah masuk ke sana, kita hanya perlu memanggil hewan yang ingin diajak berkomunikasi. Kita akan berkomunikasi dengan jiwa atau soul dari hewan tersebut. Hewan yang mau diajak berkomunikasi bisa hewan apa saja. Bahkan dengan tumbuhan pun kita bisa. Tidak hanya yang masih hidup, namun yang sudah berpulang pun bisa diajak berkomunikasi.  

Ketika mau berkomunikasi, kita harus tenang dan rileks terlebih dahulu. Makanya selama workshop, kami juga melakukan waktu hening dan merilekskan diri dengan metode yang diajarkan. Proses untuk masuk ke ruang hati pun dilakukan perlahan-lahan. Awalnya kita membayangkan dulu sedang berada di alam bebas dan bertemu dengan air terjun. Di balik air terjun itulah ruang hati kita berasal. Sebelum masuk ke ruang hati, kita akan “membasuh” dulu segala hal yang dapat menghambat proses komunikasi dengan air terjun. Ketika merasa sudah bersih dan siap berkomunikasi, kita melangkah ke dalam air terjun dan telah masuk ke ruang hati. Sebenarnya prosesnya lumayan lama, tapi kalau dijelaskan semuanya akan sangat lama dan panjanggg.

Saat sudah masuk, baru lah kita bisa memanggil fellow animal (selama workshop kami memanggil hewan atau peliharaan dengan sebutan fellow animal). Caranya dengan membayangkan mereka masuk melewati air terjun yang juga tadi kita lewati. Sebelum berkomunikasi, kita harus memperkenalkan diri dan meminta ijin terlebih dahulu untuk berkomunikasi. Karena beberapa fellow animal ada yang tidak mau berkomunikasi. Setelah selesai pun kita harus berterima kasih dan mengatakan, “Komunikasinya selesai di sini ya”. Karena kalau tidak, bisa jadi memori atau perasaan si fellow animal akan menempel pada kita. Setelah itu bersama- sama kita kembali keluar melewati air terjun itu. Oh iya, satu hal yang penting, selama komunikasi kita tidak menggunakan logika, namun intuisi. Terkadang orang yang logikanya cukup kuat akan lebih sulit untuk berkomunikasi. 

Kita pun biasanya cukup menghabiskan banyak energi untuk melakukannya. Cara untuk mengisi kembali energi kita adalah dengan grounding atau jalan tanpa alas kaki di tanah atau rumput, atau bisa juga dengan mandi air garam. Dengan begitu kita saling bertukar energi dengan bumi. Mereka menyerap energi sisa kita berkomunikasi dan kita menyerap energi dari mereka. 

Pengalaman aku mencoba berkomunikasi akan aku ceritakan di essay berikutnya!

innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
Waah menarik sekali Kiran.. 😃 👍🏼