AES409 Sehingga Realita Bisa Berlangsung Tanpa Ekspektasi
leoamurist
Sunday March 31 2024, 11:04 PM
AES409 Sehingga Realita Bisa Berlangsung Tanpa Ekspektasi

Kalau asumsi kan melihat ke belakang untuk menilai yang sekarang. Sedangkan ekspektasi tuh melihat ke depan sebagai hasil dari penilaian yang sekarang. Yang jadi persoalan adalah kalau asumsinya tidak kuat, sehingga penilaian sekarang kurang jelas. Ekspektasi ke depan bisa jadi tuntutan, bukannya harapan.

Tuntutan itu lebih terasa motif personal ya daripada harapan yang lebih ke motif individual. Gampangnya, personal itu lebih ke selera sedangkan individual itu lebih ke seleksi. Ini hubungannya dengan harapan, melalui seleksi kan bisa hadir kolaborasi atau paling minim kooperasi. Gampangnya (lagi), kolaborasi itu mesti setujuan sedangkan kooperasi tidak mesti.

Ekspektasi kolaborasi individual perlu direalisasi dengan benar agar tetap relevan dan aktual. Kalau asumsinya kuat sih aman, tinggal laksanakan. Kalau asumsinya tidak kuat, itu yang perlu satu langkah tambahan. Yaitu, merespons realita tanpa ekspektasi. Paradoks memang, dimulai dari asumsi dilanjutkan ekspektasi kemudian membuangnya.

Dalam kondisi asumsi tidak kuat, alias validitas referensinya lemah; realita ditemukan kalau ekspektasi dibuang. Kesadaran yang perlu dipakai adalah apa yang dibuang kalau tidak ada. Jadi ekspektasi memang diperlukan ada, untuk dibuang. Lalu, bagaimana caranya membuang ekspektasi yang ada tadi biar jadi tidak ada?

Salah satu caranya antara lain adalah, merespons ekspektasi itu sendiri. Realita akan terus mengalir, terganggu ekspektasi atau tidak, terdukung ekspektasi atau tidak, ya mengalir. Walaupun realita bisa menjadikan ekspektasi itu bagian darinya, ada pilihan untuk menanggalkan itu agar lebih ringan kita merespon realita.

Eh bentar, kalau ekspektasi tidak seberpengaruh itu; bisa jadi membuang ekspektasi sebagai langkah tambahan yang diperlukan berarti membuang orang yang berekspektasi itu dong¿¡

😂 Gak perlu sampai orangnya yang dibuang, ekspektasinya aja cukup. Orangnya sih perlu masuk kondisi dimana ia yang berekspektasi merespon ekspektasinya sendiri, sehingga realita bisa berlangsung tanpa ekspektasi.

Lagian, seringkali orang yang berekspektasi itu adalah diri kita sendiri. Yang ini pun, realita. Makanya, tidak salah juga kalau dibilang bahwa realita adalah soal masing-masing merespons ekspektasi masing-masing.

You May Also Like