AES 571 First Time
joefelus
Thursday December 15 2022, 10:14 PM
AES 571 First Time

Ini lucu sekali. Saya iseng membuka ruang blog pribadi yang sudah menemani saya bertahun-tahun sejak mulai belajar rajin menulis. Saya sebetulnya belum mempunyai ide apa-apa, yang saya rasakan saat ini adalah rasa senang karena sampai hari ini di blog pribadi saya sudah mencapai tulisan yang ke-700. Tulisan yang sedang saya tulis ini yang ke 701! Nah ketika akan mulai menulis, ada sebuah kalimat di lembaran kosong yang belum saya apa-apakan. Sepertinya ini sudah menjadi trademarknya Wordpress yaitu ada semacam "bagi ide", nah kalimat yang saya lihat itu tentang "ceritakan hari pertama di tempat kerja, menjadi orang tua, hari pertama sekolah". Semacam itu, kalimat tepatnya saya lupa keburu saya mulai menulis dan kalau sudah mulai mengetik kalimat yang disodorkan oleh wordpress itu menghilang. Well, pikir saya, tidak ada salahnya saya cerita soal "hari pertama". Kenapa tidak?

Saya menulis di blog pribadi untuk pertama kali itu lebih dari 6 tahun yang lalu. tepatnya tanggal 28 Agustus 2016 atas ajakan Kak Andy untuk bergabung dengan lingkaran blogger Smipa. Saya ya iseng aja mengiyakan karena pada dasarnya dulu saya sudah sering menulis. Saya memang senang cerita, senang mengarang, senang menulis diary bahkan sttt... jangan bilang siapa-siapa, saya dulu senang menulis puisi bahkan sampai saya bukukan dan saya jilid. Tapi soal itu saya ingin jadikan koleksi pribadi saja, sebab kalau dibaca, walau bagi saya itu sangat memorable, sepertinya tidak ada indah-indahnya. Pusi yang saya tulis itu adalah bentuk saya "cerita" saat itu soal pengalaman pribadi yang agak "terselubung" sebab saya yakin hanya saya sendiri yang tahu dan mengerti tentang apa yang saya ingin ungkapkan di sana.

Bagaimana dengan hari pertama di pekerjaan. Hahaha.. nah ini saya tidak betul-betul ingat sebab saya sudah banyak kali mengalami hari pertama di pekerjaan. Dulu sekali ketika belum punya pengalaman ya saya tercekam rasa khawatir. Lama-kelamaan hal semacam itu menjadi suatu excitement bukan lagi rasa khawatir. Jadi soal pekerjaan tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Hari pertama masuk sekolah juga saya sudah tidak ingat lagi. Yang masih sedikit terbayang adalah hari pertama saya masuk sekolah negeri karena sejak kecil saya bisa sekolah di sekolah katolik yang suasananya sangat jauh berbeda dengan sekolah negeri. Kuliah juga saya mengalami di universitas Katolik dan juga Universitas Negeri, lagi-lagi suasananya sangat jauh berbeda. Apalagi jika melihat sisi disiplin. Terlihat sangat jelas, atau lebih tepat saya "rasakan" bedanya.

Pertama kali jauh dari keluarga dan orang tua. Nah ini yang bagi saya agak sulit dilupakan. Saya diantar ayah saya ke Bandung dari kampung. Hari pertama di tempat baru saya memecahkan gelas karena sangat gugup ketika ayah saya berpamitan. berbulan-bulan saya homesick, sangat bahagia ketika menerima surat dari ibu saya. Ayah saya hanya sekali dua kali menulis sesuatu, biasanya ibu yang rajin menulis dengan gaya menulis kuno, miring ala tulisan halus. Saya ingat mengintip kotak surat dan menunggu dengan tidak sabar sampai surat itu dibagikan. Saya sangat mengenal tulisan ibu saya yang sangat khas.

Pertama kali gajian? Hahahaha... ini saya sama sekali tidak ingat, sebab dari SD saya sudah sering "mencari uang" bekerja di pabrik kerupuk karena ikut-ikutan teman. Apa yang saya kerjakan, duduk menaruh lembaran-lembarang kerupuk yang sudah diiris tipis dan masih basah di atas nyiru lalu dibawa keluar untuk dijemur. Ketika membawa nyiru saya mendapat sebatang kayu biting seperti tusuk sate tapi pendek. Nah itu saya kumpulkan dan ketika jam kerja usai, jumlah biting itu dihitung dan ditukar dengan uang! Tidak banyak tentunya karena saya hanya "iseng" dan langsung saya habiskan untuk jajan. Ketika usia semakin besar saya sering membetulkan peralatan elektronik. Nah ini upahnya lebih besar. Atau ketika menjadi pelayan toko, walau kaki pegal-pegal karena berdiri seharian, saya senang saja karena merasa seolah-olah bermain jual-jualan tapi dibayar! Atau ketika menjadi tukang batu di Pluit, Jakarta, begitu gajian langsung pergi ke warung bayar utang karena selama seminggu saya makan di situ dan belum bayar, menunggu gajian!

Mungkin masih panjang sekali daftar "pertama kali" yang saya miliki. Pertama kali jadi ayah, naik pesawat, naik kapal selam, berlayar, surfing, tinggal di Amerika, dan sebagainya. Yang jelas, semakin saya memikirkan ini semakin bersyukur bahwa saya sudah mengalami banyak hal dan sama sekali tidak berkeberatan untuk terus menambah lebih banyak pengalaman "pertama kali". :)

Foto credit: play.google.com

You May Also Like