Bagi kita semua, khususnya para orang tua dan generasi muda, salah satu pekerjaan rumah kita adalah bagaimana membangun sumber daya yang Unggul & Berintegritas, sehingga menjadi insan yang tangguh dalam menghadapi era sekarang yang kita kenal sebagai era Revolusi Industri 4.0, dengan berbagai dinamikanya. Membangun sumberdaya manusia itu tidak cukup hanya unggul saja, namun juga harus berintegritas, atau memiliki karakter yang luhur. Hal ini selalu ditekankan oleh para pendahulu kita dan selalu menjadikannya sebuah misi. Kira-kira apa ya yang melatarbelakanginya?
Seperti kita ketahui bahwa pada setiap jaman pasti ada yang namanya perubahan budaya/revolusi kebudayaan, yang selalu membawa berbagai dampak, ada dampak positif dan ada juga dampak negatif. Demikian juga di jaman sekarang ini. Dunia saat ini sedang mengalami suatu proses perubahan sosial yang sangat besar. Suatu revolusi budaya baru. Revolusi budaya tersebut mempunyai dampak mengubah yaitu: mengubah sistem perekonomian, mengubah jenis konflik politik, dan di atas segalanya mengubah kesadaran manusia terhadap dunia mereka.
Di samping itu faktor pendorong dari timbulnya revolusi kebudayaan ini adalah munculnya teknologi yang tidak hanya dapat mengancam masa depan manusia, melainkan akan membagi dunia menjadi dua kutub ekstrim yaitu: dunia kaya di satu pihak dan dunia miskin di pihak lain. Berbagai fenomena inilah yang menjadi latar belakang bagi para pendahulu kita untuk senantiasa mengingatkan kita bahwa kemajuan hendaknya jangan sampai merusak. Keunggulan yang baru harus diimbangi dengan integritas/karakter yang luhur, sehingga membawa kebaikan bagi semua. Oleh karena itu, betapa penting menumbuhkan Sumber Daya Yang Unggul & Berintegritas di era globalisasi dan digitalisasi saat ini.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Unggul mengandung arti lebih tinggi (pandai, baik, cakap, kuat, awet, dan sebagainya) daripada yang lain-lain; utama (terbaik, terutama): unik, tidak dimiliki atau ada di tempat lain. Pada dunia balapan, unggul berarti menang. Sementara para bijaksana mengatakan bahwa unggul disebut juga sebagai berilmu pengetahuan. Berilmu pengetahuan adalah salah satu karakter dasar yang perlu dimiliki. Untuk menjadi unggul, tipsnya ternyata sederhana,minimal ada 3 (tiga), yaitu mudah bergaul, mampu membangun jejaring (network), rajin berdiskusi (bersedia mendengar pendapat orang lain). Jadi, secara umum jika kita perhatikan, keunggulan itu sejatinya berbasis pada ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan menjadi hal yang sangat penting.
Selanjutnya kita bahas terminologi kedua yaitu ”Berintegritas”. Dalam KBBI, Integritas mengandung arti mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Membangun pribadi yang berintegritas memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama, dilakukan secara terus menerus. Apakah ciri-ciri orang berkarakter luhur itu? Ciri-cirinya dalam bahasa yang sederhana kira-kira seperti ini:
Pertanyaannya adalah bagaimana mewujudkan SDM yang unggul dan berintegritas ini di jaman yang begitu modern saat ini, dimana peran teknologi informasi dan digitalisasi sudah sedemikian rupa. Tentunya, ada aspek-aspek yang perlu diperhatikan dan juga proses yang harus dilalui. Pertama, setiap individu perlu mengoptimalkan modal dasar yang dimilikinya, yaitu badan/fisik, waktu, energi, dan intelejensinya. Kedua adalah memperkuat literasi. Dijaman yang kompleks seperti sekarang ini, kita diharapkan memiliki minimal kemampuan 6 (enam) literasi dasar, antara lain literasi numerasi, literasi sains, literasi informasi, literasi finansial, literasi budaya dan kewarganegaraan. Tidak hanya literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kreatif, berkomunikasi, kolaborasi serta memiliki kemampuan problem solving.
Dan yang ketiga adalah menumbuhkan pribadi yang mencerminkan profil seperti rasa ingin tahu yang tinggi, berinisiatif, gigih, mudah beradaptasi, memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya, serta yang terpenting memiliki perilaku (karakter) yang luhur. Dengan seluruh kesadaran ini, fokus setiap individu seharusnya pada hal-hal yang membuatnya bertumbuh, sehingga selalu berusaha berbuat yang terbaik, membangun kemampuan diri untuk berubah menjadi lebih baik dan melahirkan kemampuan-kemampuan baru. Dalam rangka membangun peradaban masa depan. Mahatma Gandhi pernah berkata bahwa: "Bumi menyediakan cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, tetapi tidak untuk memuaskan keserakahan". Dunia merupakan sebuah kesinambungan, dengan manusia sebagai bagian dari alam semesta dan bukan makhluk yang mempunyai hak istimewa untuk menguasai alam _/:\_.