"It's raining! Let me take you to the office and I can come back for Kano." Kata Nina tadi pagi.
Sejak semalaman memang sudah turun hujan dan bercampur dengan salju. Pagi ini ketika saya mengintip keluar lewat jendela sudah ada lapisan putih di atas rumput. Hujan gerimis tidak berhenti sejak kemarin sore, dan ramalan cuaca mengatakan akan ada badai salju besar yang akan meliputi seluruh Colorado dari Selatan hingga ke Utara. Di pegunungan bahkan katanya akan mencapai beberapa kaki tingginya. Fort Collins katanya hanya kebagian sekitar 6 hingga 8 inci saja, dan pagi ini memang belum benar-benar kelihatan sebab jikapun sudah turun salju, hanya berbekas di atas atap rumah, rerumputan dan pepohonan. Sisamya yang di jalan maupun trotoar langsung menghilang karena permukaan tanah yang lebih panas dari pada suhu udara.
"Hujan dah berenti kok, biar saya jalan kaki saja, Kano lebih penting." Jawab saya sambil bersiap-siap.
Suhu udara tidak bergitu dingin. Saat ini sudah menjelang akhir musim dingin sehingga suhu memang lebih hangat. Tinggal beberapa hari lagi sebelum musim Semi tiba. Tapi namanya Colorado, salju masih ada kemungkinan turun hingga bulan Mei bahkan Juni. Jadi sama sekali tidak mengherankan. Salju di musim Semi sudah sering saya alami bahkan pernah satu kali salju sudah turun di akhir musim panas. Perubahan iklim memang membuat semuanya kacau.
Saya lebih memilih menikmati cuaca semacam ini daripada hanya duduk di dalam kendaraan selama 5 menit dan langsung tiba di kantor. Apa serunya? Kalau menghadapi hujan saja sih sudah biasa, di Indonesia saya sering hingga basah kuyup berpergian menembus hujan dengan bersepeda motor. Sederas-derasnya hujan di sini tidak bisa dibandingkan dengan hujan deras di daerah tropis. Saya lebih memilih berjalan kaki sambil menikmati cuaca dingin dan pemandangan salju tipis yang sudah mulai terbentuk sejak dini hari. Kapan lagi? Jika saya pulang ke kampung halaman nanti pengalaman semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi. Itu alasan saya memilih untuk berjalan kaki.
Badai salju kali ini di berbagai tempat memang sangat berbahaya, ada beberapa highway ditutup karena salju usdah terlalu tinggi untuk dilalui. Interstate 70 yang menghubungkan Utah dari Barat hingga ke Maryland di Timur melewati pegunungan Ricky Mountain memang sering sekali ditutup karena di daerah pegunungan itu salju bisa sangat tinggi hingga beberapa meter dan sama sekali tidak mungkin dapat dilalui.
Yang biasa di lihat di jalan-jalan sekitar pegunungan adalah tiang tiang dari kayu atau bambu yang tinggi tinggi di pasang di pinggir jalan. Tujuannya bukan apa-apa, melainkan sebagai pembatas bila jalanan tertutup salju kita dapat mengetahui bahwa itu adalah batas jalan dan jika melewati tiang itu maka kita akan terpersosok. Nah, jika di jalanan biasa tiang-tiang itu hanya pendek-pendek paling sekitar 1 meter, tapi jika dipegunungan bisa tinggi sekali, beberapa meter. Itu artinya di daerah situ jika turun salju dengan sangat lebat, maka saljunya bisa tinggi sekali. Saya pernah ke daerah Rocky Mountain National Park. Di sana ada rumah yang dijadikan kantor. Pada suatu waktu ketika saya berkunjung rumah itu tertutup salju hingga ke atap. Jadi bayangkan berapa meter tingginya salju yang turun?
Sepertinya karena sudah menjelang akhir musim Dingin dan suhu udara sudah lebih hangat, salju yang turun kali ini sangat basah. Di musim dingin ketika turun salju biasanya jaket saya tidak pernah basah, tinggal dikebaskan maka salju akan runtuh ke tanah. Salju hari ini bercampur air, sehingga di tanah langsung tergenang campuran es dan air, Jika memakai sepatu yang tidak kedap air, maka kita akan sangat sengsara. Paling tidak nyaman dan juga berbahaya jika kaki kita basah dan kedinginan. Untungnya sepatu kerja saya memang sepatu khusus yang anti selip dan juga anti air dengan steel toe di bagian depannya. Saya megenakan sepatu itu ke kantor, karena pekerjaan saya juga berkaitan dengan dapur dan kantor-kantor selalu berdekatan dengan dapur, sehingga sangat penting mengenakan sepatu khusus walau bentuknya seperti sepatu resmi kantoran. Nah sepatu yang saya kenakan sangat baik untuk kondisi dingin dan basah seperti ini karena air tidak masuk, tidak mudah terpeleset dan juga kaki menjadi tetap hangat.
Sesudah jam kerja lewat, NIna, Kano dan saya pergi ke salah satu tempat untuk makan malam. Jalanan sedikit tergenang air dan es tapi hampir tidak tertutup salju kecuali di tempat-tempat yang saya sebutkan tadi seperti pohom, rumput dan atap rumah. Nah ketika berjalan ke kendaraan, saya lihat es dan air yang menutupi jalan setapal mulai menebal, mungkin sekitar 2 hingga 3 cm. Malam nanti ketika suhu mulai turun semakin dingin lapisan itu akan membeku dan besok pagi akan menjadi sangat licin. Ini akan berbahaya bagi Nina yang sudah mulai berjalan kaki tanpa bantuan dua tongkat lagi.
Sepulang Makan malam Kano dan Nina langsung masuk ke rumah, sementara saya mengambil sekop dan membersihkan lapisan es itu dari mulai depan rumah hingga ke tempat parkir kendaraan. Entah mengapa pihak universitas tidak turun membersihkan. Biasanya dalam kondisi cuaca buruk semacam ini langsung ada kendaraan kecil yang memiliki sikat untuk membersihkan jalan setapak. Saya rela membantu membersihkan dengan sekop agar supaya jalanan tidak membeku dan besok jika Nina harus keluar rumah dia tidak akan menghadapi kemungkinan terpeleset karena saya pasti sudah berada di kantor. Saya tidak mau mengambil risiko seperti ini. Juga karena saya tadi makan cukup banyak, tidak ada salahnya membakar kalori sedikit dengan membersihkan jalan sepanjang beberapa puluh meter. Lumayan berolahraga. Salju akan turun tipis-tipis semalam suntuk, jadi esok hari kemungkinan jalanan yang sudah saya bersihkan ini akan sedikit tertutup salju lagi, tapi tidak apa-apa, jika hanya tipis saja akan mudah dibersihkan ketika ada petugas yang melakukan itu di pagi hari. Biasanya lapisan es yang terinjak akan membeku dan membentuk permukan yang licin, karena sudah saya bersihkan lapisan semacam itu tidak akan terjadi. Hitung-hitung community service tapi sebetulnya tujuan saya yang paling utama adalah untuk kepentingan Nina. Hehehe..