Masih menambahkan sedikit catatan dari proses akreditasi. Salah satu asesor yang hadir menanyakan, karena memang butir ini adalah bagian dari Standar Kompetensi Lulusan - dari para siswa yang lulus dari Semi Palar. Beliau menanyakan, "Menurut Bapak Kepala Sekolah, bagaimana prestasi para lulusan SMP Semi Palar dari segi keagamaan? "
Wah bagi saya ini pertanyaan yang agak sulit dijawab karena biasanya yang didefinisikan sebagai prestasi adalah keikut-sertaan para siswa dalam berbagai perlombaan. Dalam satu sesi, para asesor juga menanyakan apakah para siswa di Semi Palar diikut-sertakan dalam kegiatan lomba semacam MTQ. Memang definisi prestasi di kalangan birokrasi pendidikan di Indonesia adalah kemenangan para siswa dalam berbagai lomba atau kejuaraan. Tidak heran banyak sekali sekolah yang punya lemari kaca besar di hall utama sekolah atau di ruang Kepala Sekolah untuk menyimpan piala-piala hasil lomba dan kejuaraan. Ini jadi tolok ukur kualitas pendidikan di sebuah sekolah - setidaknya di Indonesia.
Saya berpikir cukup keras bagaimana menjawabnya, tapi saya teringat salah satu quote yang saya temukan - sudah cukup lama. Quote ini saya simpan di atas ini... "The Highest Result of Education is Tolerance"
Betul sekali ya... Lalu saya memberanikan diri menyampaikan kepada rekan-rekan asesor, bahwa bagi kami di Semi Palar 'prestasi' adalah saat anak-anak bisa memunculkan toleransi dan saling menghargai bagi teman-temannya yang berbeda agama. Kalau kita berada di dalam lingkungan yang seragam atau homogen, saling menyayangi tidak akan jadi sesuatu yang terlalu sulit. Saat kita berada dalam lingkungan yang beragam dan kita bisa saling menghargai bahkan menyayangi, saya rasa ini salah satu hal yang sangat berharga. Agama bagi saya adalah panduan tentang hidup baik. Apa gunanya kita hebat beragama kalau kita tidak bisa memunculkan sikap dan tindakan baik bagi setiap orang yang kita jumpai - terlepas dari perbedaan-perbedaan yang ada di permukaan.
Saya sendiri tidak bisa menduga apa yang ditangkap oleh para asesor dari jawaban saya itu. Bagaimanapun, hal ini adalah salah satu hal yang kita yakini dalam konteks pendidikan holistik. Kita yakin bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini saling terkoneksi - apalagi kita yang dituntun oleh Sang Pencipta untuk berjumpa dan berproses bersama di Semi Palar. Salam Smipa.