Gak mau gak mau gak tahu.
Lagi-lagi menemui yang begini, hanya kali ini sudah tidak terlalu teriritasi. Karena sudah pernah beberapa kali, jadinya terasa wajar walaupun tetap menyebalkan. Peran yang ber-gak mau gak mau gak tahu ini.
Wajar memang, karena pengetahuan yang dimiliki masih disadari sebagai pengetahuan sendiri. Belum mampu untuk melihat lebih dalam bahwa pengetahuan itu adalah tiruan dan pengulangan. Menyebalkan juga, karena merasa itu otentik. Dan dikiranya itulah dirinya.
Akhirnya mengulang salah satu kutipan lalu yang bilang one who cannot command must obey. Dengan pemaknaan yang sama dan kata kunci yang sama, must di sini artinya bukanlah harus melainkan pasti. Dan juga bukan artinya berjamur lho ya kata must di sini.
Yang tidak mampu menggerakkan, pasti lah digerakan. Seperti yang tidak mampu menggerakan diri untuk berbaur dan menjadi bagian dari kelompok ini, pastilah digerakan oleh kelompok itu yang dikiranya lebih pas dengan dirinya. Iya, dikiranya.
Sehingga diajak ini, gak mau. Diajak itu, gak mau. Diminta ini, gak mau. Diminta itu, gak mau. Ditanya apa, gak tau. Ditanya gimana, gak tau. Lha, ujungnya balik ke kebiasaan lama yang diulang dengan cara baru. Ah, semua yang diulang kan gak baru.
Oiya, bahkan tulisan ini pun pengulangan cara pandang dan pengulangan kutipan yak.