“Cinta adalah sebuah perhatian kecil yang selalu hadir setiap saat”
Kami ingin memperkenalkan guru sabar, syukur, dan ikhlas kami,
Perkenalkan, mereka adalah anggota keluarga baru kawanan Bengawan Solo, Sue Yung, Nice, Udin, Aryabell, Robut, dan Eri-chan si tanaman Lee Quan Yew.
Mereka yang dulu sempat mati, hampir tak tertolong, kering, kini menjadi persona kawanan Bengawan Solo. Mereka adalah tunas harapan,,, Namun, siapa tau, ternyata kini mereka adalah guru sabar, syukur, dan ikhlas kami.
Beberapa minggu ini, setiap hari kami melakukan program ‘sayang tanaman’ kurang dari 10 menit setiap pagi, anak-anak menyiram, memberi pupuk, mendoakan, menyanyikan, memainkan recorder, bahkan curhat di depan mereka. Begitu banyak doa yang tulus terpanjat:
"Semoga kamu tumbuh subur dan membanggakan aku ya!"
"Tuhan, terima kasih karena telah membuat tumbuhan-tumbuhan yang aku rawat bisa tumbuh subur, sehat, kuat, dan lebat."
Hingga sampai pada titik kami bersyukur, bahwa kesabaran kami membuahkan hasil. Dan kami bersyukur bahwa anak-anak, tanaman-tanaman ini pun menularkan ketulusan, kesabaran, dan rasa syukur itu pada kami orang dewasa. Kini, setiap sore, kami Kakak di RT4 memiliki kebiasaan merawat tanaman secara bergantian untuk kedua kelas. Sangat menyenangkan. Kami berharap mungkin setelah ini, level selanjutnya kami bisa kolaborasi antar RT untuk menumbuhkan dan menularkan lebih banyak sabar, syukur, dan ketulusan ini.
Sampai akhirnya, rasa syukur pun membuahkan hasil… Semakin bersyukur tampaknya kenikmatannya semakin berlipat ganda. Kini tanaman-tanaman tersebut bisa menjadi ‘rumah’ untuk tanaman dan hewan lainnya. Di beberapa pot mulai tumbuh tanaman jeruk, pepaya, dan tabebuya, serta teramati banyak semut yang berjalan-jalan di tangkai serta daunnya yang segar. Hewan-hewan yang mereka temukan mati di beberapa lokasi di sekolah, mereka bawa dan dikuburkan di pot tanamannya, diberi tulisan dan tanda dari batu sebagai penghormatan. Ikhlas.
Bersyukur, kami semua mendapat pengalaman berharga ini dari sini, Rumah Belajar Semi Palar, dari jenjang SD. Berharap nilai-nilai berharga yang tidak semua orang bisa dapatkan ini akan terus melekat dalam hati, pikiran, dan tindakan mereka dan kami semua. Lebih baik lagi, jika dari kami bisa menularkannya kepada orang lain, serta daya jangkau radar kesabaran, syukur, tulus, serta iklhas kami bisa menjangkau lebih luas lagi.
Mari beresonansi...
“Sering kali kita mengabaikan hal-hal kecil, padahal dari sanalah sesuatu yang besar lahir dan tumbuh.”