Saya ingin menulis sesuatu yang ringan hari ini karena sepanjang hari saya capek menghadapi masalah kendaraan. Tadinya saya memang ingin beristirahat sesudah melakukan perjalanan beberapa hari kemarin, jadi ijin cutinya ditambah 1 hari. Pagi tadi saya mengantar Kano yang ada training food safety lalu mengantar Nina kerja. Sesudah itu saya pergi mengisi bensin agak keluar kota dan makan siang. Dalam perjalanan pulang saya mampir ke kantor pos sebentar dan baru sadar bahwa mobil panas sekali, saya lihat indikator suhu menunjukkan overheated. Panik! Saya berhenti membuka kap mesi dan saya lihat coolant kosong, dan tutupnya juga tak terlihat. Untungnya saya selalu membawa extra coolant, jadi saya isi, saya biarkan mesin mendingin sejenak lalu ke toko onderdil membeli. Kosong! Pindah ke toko lain, kosong juga. Akhirnya saya telepon ke bengkel tempat minggu lalu menganti oli.Llalu diminta untuk datang ke bengkel. Coolant radiator dikuras, diisi ulang dan dicari penyebabnya. Katanya harus ganti water pump. Ongkosnya bisa seribu! Ala mak!
Rencana istirahat batal, apalagi beberapa hari ini suhu udara begitu panas, hingga 38 derajat. Kepala saya sampai pening. Istirahat pun batal karena sekarang saya mulai khawatir dengan kondisi besok, urusan transportasi dan saya harus mencari bengkel terdekat untuk memperbaiki kendaraan. Nah masalah itu harus saya kesampingkan,, percuma khawatir juga, toh yang harus saya lakukan adalah mencari bengkel dan memperbaiki kendaraanya. Supaya pikiran lebih tenang, saya mau ngobrol hal yang paling saya sukai, yaitu makanan!
4 hari kemarin saya memang menghabiskan banyak waktu untuk makan makanan selatan. Saya akan memilih beberapa menu yang paling kami sukai, terutama yang disukai oleh Kano dan saya. Pertama tiram! Tiram bukan makanan yang aneh bagi saya karena dulu merupakan menu harian di restoran tempat saya bekerja di Hawaii. Saya dulu paling senang jika oyster atau tiram yang masih hidup dan segar dimakan mentah dengan diberi air jeruk lemon dan tabasco. Rasanya manis dari tiram itu, sedikit asam dan pedas dari saos tabasco dan jeruk lemon. Nah beberapa hari di New Orleans kami mencoba yang dibakar. Yang pertama kami hanya memesan setengah lusin, dan kami menyesal karena rasanya sangat enak. Saya dapat merasakan mentega, bawang putih, rosemary dan keju parmesan. Untuk memesan lagi sepertinya akan butuh waktu lama, jadi ya kami terpaksa membiarkan rasa penasaran ini tidak dilampiaskan hahaha.. Kemarin sebelum pulang kembali ke Colorado, kami mengunjungi restoran Cajun lainnya, memesan tiram lagi, tapi kali ini selusin suapaya tidak menyesal. Yang ini tidak seenak yang kemarin, dimasak dengan bumbu cajun, bawang putih cincang yang berlimpah ruah serta mentega. Enak juga, tapi saya rasa mereka memasaknya terlalu lama sehingga tiramnya terasa kenyal.

Gumbo, jambalaya dan rice and beans. Ini nama-nama makanan berikutnya yang saya sukai. Kano tidak terlalu suka beans, apalagi kalau masih berbentuk beans. Katanya dulu waktu TK dia dipaksa makan bubur kacang sehingga dia kehilangan selera jika melihat kacang-kacangan. Ketiga makanan ini merupakan staple food penduduk daerah selatan. Gumbo adalah sup kental berwarna coklat karena dibuat dari roux dari sisa minyak bekas menumis daging dan sosis , minyaknya lalu diberi tepung dan mentega kemudian digunakan sebagai pengental sup. Banyak juga yang menggunakan seafood seperti udang atau crawfish. Lalu disajikan dengan sedikit nasi yang ditaruh ditengah-tengah. Jambalaya adalah nasi yang dimasak dalam satu panci dengan ayam, sosis atau seafood dengan bumbu cajun. Rice and beans adalah nasi putih dan kacang yang dimasak dengan sosis dan daging lainnya. Saya menikmati makanan-makanan ini di beberapa restoran hanya sekedar membanding-bandingkan mana yang lebih enak. Gumbo saya sering membuat sendiri, jambalaya yang jarang karena Nina tidak terlalu suka konsistensi nasi yang basah. Jambalaya memang cenderung konsistensi nasinya terlalu matang dan basah, tidak pulen.
Beignets! Ini donat ala Perancis. Saya tidak mengerti mengapa begitu terkenal, sampai-sampai semua toko souvenir menjual mix-nya didalam kotak. Saya mendatangi 2 tempat, yang pertama yang sangat terkenal hingga antrian begitu pnjang tapi saya tidak terlalu menyukainya karena konsistensinya terlalu kenyal dan cenderung seperti adonan yang belum matang. Rasaya mirip odading kurang gula, tidak terlalu manis sehingga diberi banyak gula bubuk. Makan beignets harus hati-hati karena bisa-bisa wajah bahkan pakaian kita bertaburan gula bubuk hahaha.. Tempat kedua sepertinya tidak menggunakan ragi, tapi menggunakan baking soda, sehingga rasanya lebih mirip dengan funnel cake yang biasa dinikmati di setiap carnaval di Amerika. Urusan beignets, saya membeli karena menjadi semacam "syarat". Maksudnya orang yang pergi ke New Orleans belum sah jika belum makan beignets hahahaha.
Ayam goreng dan seafood goreng. Nah ini juga jadi makanan utama daerah selatan. Ayam goreng daerah selatan ya mirip dengan KFC, Kentucky khan daerah selatan! Sementara daerah New Orleans biasanya lebih pedas. Sementara itu seafood biasanya juga dilumuri tepung lalu digoreng. Yang terkenal biasanya udang, kepirting yang masih muda sehingga cangkangnya sangat lunak, tiram, ikan lele, crawfish dan cumi-cumi. Saya membeli platters, yaitu kombinasi dari semuanya. Daerah sini memang surganya lele goreng, Benar-benar luar biasa, apalagi dicocol tartar sauce dan dimakan dengan coleslaw.

Yang terakhir adalah seafood boil. Ini yang paling seru. Udang, kepiting, crawfish direbus, lalu dimasak dengan bumbu cajun dan mentega bersama sosis pedas, kentang dan jagung. Pelanggan diberi celemek supaya pakaian tidak belepotan bumbu, bahkan diberi sarung tangan karena banyak orang yang tidak mau tangannya kotor hahaha.. Kalo makanan ini saya sering membuat sendiri karena mudah. Saya biasa meracik bumbu cajunnya sendiri yaitu campuran antara oregano, paprika, bubuk bawang putih, bubuk bawang merah, bubuk jinten dan sebagainya. Ini makanan yang sedap dan seru apalagi jika makannya sama-sama di satu meja lalu seafoodnya ditaruh begitu saja di meja!