Foto 0.5x adalah sesuatu yang sering ditemui di mana-mana saat ini, setidaknya dalam generasiku. Foto-foto terdistorsi, di-zoom out dan diambil dari sudut-sudut aneh, sehingga membuat subjek fotonya jadi berkepala besar dan bertubuh kecil. Aku tidak tahu apakah kegemaran pada foto seperti ini adalah sesuatu yang hanya muncul di generasiku — atau malah hanya di demografikku secara spesifik — atau juga di generasi lain. Yang pasti, aku secara pribadi sangat menyukai foto-foto seperti ini. Mereka terlihat lucu dan playful, kasual dan berkarakter.
Aku punya banyak sekali koleksi foto 0.5. Ada folder khusus untuk foto-foto, dengan berbagai wajah: aku, teman-teman, orang tua, kucing, anjing. Distorsi aneh ini membuat semuanya jadi lebih menyenangkan. Tapi, apakah ada sisi ilmiah dari obsesi pada foto-foto aneh ini? Tentu ada!
Seorang ethologis asal Austria, Konrad Laurenz, memiliki teori tentang konsep Kindchenschema (baby schema): apa yang menggemaskan dan apa yang tidak. Kita cenderung lebih tertarik untuk merawat makhluk hidup dengan bentuk tubuh dan wajah tertentu. Ini terefleksikan juga dalam bayi manusia dan bayi binatang. Banyak yang memenuhi ciri-ciri ini, karena secara evolusioner, ini adalah cara untuk bertahan hidup dan memancing perhatian dari dewasa yang bisa melindungi. Mata yang besar, wajah yang datar.
Salah satu elemen utama adalah cephalic index, yaitu cara untuk mengkategorisasikan bentuk dan ukuran kepala. Ada rumus tertentu untuk menghitungnya (BPD x 100 / OFD). Semakin besar cephalic index, semakin tampak menggemaskan. Biasanya, ini muncul menjadi makhluk yang berkepala pendek dan punya jidat yang besar. Apalagi kalau disandingkan dengan tubuh yang kecil.
Menyenangkan mencari sisi ilmiah dari tren-tren seperti ini!
📸 foto 0.5 kucingku