Di Sumba ada banyak sekali tradisi dan budaya yang kami temukan kebanyakan melalui mengobrol dengan kakak-kakak LC sih. Aku banyak bertanya ini itu dengan Kak Yustin mengenai budaya di Sumba sampai kayanya Ka Yustin sedikit kesel aku tanyain terus haha. Saat melewati rumah rumah, aku banyak melihat seperti meja dari beton saat ditanya “Kak itu apaan kaya meja”. Kak Yustin menjelaskan bahwa hal itu adalah kuburan dan semakin besar kuburannya semakin banyak keluarga yang bisa dikubur di situ. Jika ada yang meninggal, kuburannya akan di buka lalu tulang belulang sebelumnya dikumpulkan di satu sisi dan mayat keluarga nya akan di taro di dalam. Menarik sekali bagiku mengetahui mayoritas agama di sana Kristen, dan Katolik karena tata cara penguburan yang masih mengikuti tradisi mereka.