Sejak awal tahun pelajaran, wifi basecamp kami mati.
Tidak terkira bahwa wifi dapat menjadi sepenting itu, perkerjaan kami semakin terganggu tanpa wifi stabil yang menemani. Beberapa dari kami akhirnya menemukan alternatif, seperti meminjam wifi dari bangunan SD atau dari rumahku, bahkan ada yang rela menggunakan hotspotnya sendiri. Bagiku menggunakan hotspot pribadi bukanlah opsi, karena mobile dataku tidak ada masa habisnya dan harus di hemat sehingga tahan lama.
Aku ingat saat awal, kami harus beradaptasi dengan kondisi tanpa wifi ini. Sempat kami mendengar Ka Gina sudah melaporkan situasi ini setelah keluhan kami di minggu awal semester. Kami beradaptasi dengan kabur dari basecamp ke tempat yang ada wifinya, tempat unggulan kami adalah Bengkel. Namun seringkali kami tidak bisa kabur ke Bengkel dengan banyak alasan, kebanyakan karena sedang dipakai dan takut menggangu. Akhirnya pada saat-saat tersebut kami harus berkerja dengan gangguan internet tidak stabil.
Tidak terpikirkan bahwa wifi telah menjadi salah satu tunjangan kehidupan kami di KPB. Entah berapa jam waktu efektif kami berkerja hilang karena berurusan dengan wifi yang tidak stabil. Bahkan sampai beberapa dari kami lebih memilih untuk pergi ke cafe dengan internet stabil, jika memungkinkan. Karena persiapan magang sulit bagi kami untuk berkegiatan diluar Smipa, sebab kebutuhan setiap murid berbeda-beda dan selalu saja ada teman yang sedang tidak bisa berkegiatan diluar.