AES 23 - Agama, Science, dan Spiritualitas
Gunawan Muhtar
Friday December 5 2025, 5:26 PM
AES 23 - Agama, Science, dan Spiritualitas

Agama, sciene, dan spiritualitas hadir saling melengkapi.

Bila dirasakan ada pertentangan, mungkin kita perlu jeda sejenak, siapa tau, kita terlalu cepat membuat pembatas. Menjaga jarak karena pikiran terlalu cepat menilai dan menghakimi.

Jeda dari menilai dan menghakimi akan menghadirkan sesuatu yang melampaui pikiran, yaitu rasa, intuisi, higher self, diri sejati, apapun kita melabelinya.

Konsep tentang atom, sudah muncul dalam banyak ajaran filsafat sejak 2.000 tahun yang lalu. Jauh sebelum peradaban modern menemukan mikroskop STM dan AFM untuk melihat atom.

Dalam teks agama Islam, Kristen, Yahudi, Tao , Budhisme, Hindu dll atom disebutkan secara simbolik, bahwa ada sesuatu sangat kecil yang melampaui pandangan mata manusia, yang darinya kehidupan di alam menjadi ada dan terlihat.

Ketika kita mendengar bahwa secara spiritual, seluruh keberadaan dijagat raya ini hidup, dan berevolusi lewat pengalaman rasanya masing masing, ini sejatinya melengkapi pemahaman tentang atom diatas, sebagaimana dikonfirmasi ilmuwan lewat fisika quantum, bahwa dari sel dalam tubuh kita sampai inti bintang diangkasa sana, semua bergerak, memiliki energi dan frequensinya masing masing, bahkan saling terhubung dan mempengaruhi.

Jurnal ilmiah tentang ini ada banyak sekali. Bahwa seluruh unsur dijagat dari hidrogen sampai uranium adalah hasil evolusi kosmik lewat prosesnya masing2.

Hal diatas adalah satu contoh, tentang bagaimana sejatinya, agama + science + spiritual saling terkait dan melengkapi.

Rasa takut dan bahagia pengaruhnya besar sekali pada kondisi tubuh dan frequensi otak manusia, dan menghasilkan medan energi tubuh yang bisa mempengaruhi medan energi disekitar kita.

Ini juga bukan klenik atau spiritual, tapi justru sangat medis, logis dan science.

Anda bahkan bisa melakukan ujicoba sendiri dengan masuk mesin MRI saat anda merasa takut atau bahagia untuk melihat bagaimana aktivitas sel dalam tubuh kita sangat berbeda didua kondisi psikologis diatas.

(Saya kebetulan pernah bergabung di 2 multinasional company yang memproduksi MRI)

Perasaan takut dan bahagia secara biologis membuat beberapa bagian tubuh kita mengeluarkan hormon tertentu yang berkaitan langsung dengan kondisi tubuh dan frequensi otak.

Kita bisa sakit atau sehat karena aktivitas biologis dan energetik tersebut.

Agama, mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, melihat keindahan ciptaan Tuhan disekitar kita bahkan pada hal kecil sekalipun (agar kita mudah bahagia)

Science menjelaskan, saat kita bahagia imun tubuh meningkat, mempercepat penyembuhan luka, detak jatung lebih stabil, frequensi otak meningkat ke gelombang alhpa dan gamma, sistem reproduksi dan pencernaan membaik dan segudang aktivitas biologis baik lainnya.

Sementara dalam banyak ajaran spiritual disebutkan :

"Dalam dirimu bersemayam sumber penciptaan, yang darinya seluruh pengalaman rasa yang engkau alami mewujud. Karenanya jika engkau mencari jawaban atas seluruh kejadian yang engkau alami, maka lihatlah kedalam. Bahkan sehat dan sakitmu bersumber dari situ"

Ini contoh lain, tentang bagaimana agama, science dan spiritualitas saling melengkapi.

Mari tumbuh bersama, kita adalah teman seperjalanan yang sedang berevolusi menuju titik yang sama lewat pengalaman rasa kita masing masing.