AES 34 - Perang Dalam Kacamata Spiritual Part 2
Gunawan Muhtar
Wednesday March 18 2026, 2:42 PM
AES 34 - Perang Dalam Kacamata Spiritual Part 2

Ketika kesadaran memecah mengalami diriNYA menjadi segala sesuatu (Big Bang), salah satu pengalaman yang dialami NYA adalah dualitas maskulin dan feminim.

Kedua jenis dualitas itu, terpolarisasi (memecah lagi) menjadi segala sesuatu yang berpasangan (bukan bertentangan), diantaranya adalah kedamaian dan peperangan.

Dalam perspektif yang lebih tinggi, kedamaian dan peperangan adalah dua jalan evolusi berbeda arah, namun menuju tujuan yang sama, yaitu dualitas yang kembali pada ketunggalan.

Keduanya adalah pengalaman kesadaran, dan termanifestasi dari skala kosmik sampai skala tubuh kita sendiri (jagat agung - jagat alit)

Didalam tubuh kita misalnya, secara biologis, setiap saat sel sel yang berperan menjaga kesehatan (sel darah putih) berperang dengan patogen dan mikroorganisme yang berperan merusak tubuh.

Dalam skala kosmik, peperangan terjadi bukan hanya secara fisik seperti manusia. Tapi juga dalam ranah energi dan vibrasi kesadaran.

Entitas yang berevolusi lewat energi feminim (jalan cinta kasih, perdamaian, kesatuan) berperang dengan entitas yang berevolusi lewat jalur maskulin (dominasi, kontrol, keterpisahan) bukan hanya secara fisik, juga melibatkan benturan energi dan vibrasi kesadaran.

Peperangan ini akan terus terjadi sampai jiwa jiwa yang terlibat secara alami memahami bahwa sejatinya, mereka adalah satu kesadaran tunggal.

Titik ini biasanya terlewati setelah evolusi panjang kesadaran jiwa mengalami berbagai macam peran dualitas yang saling melengkapi.

Di satu episode menjadi energi feminim, di lain waktu menjadi energi maskulin. Di satu episode membawa cahaya, dilain waktu membawa kehancuran.

Saat titik evolusi jiwa ini sudah lengkap dalam keseimbangan mengalami dualitas, maka kesadaran ketunggalan akan menjadi pengalaman rasanya.

Inilah titik dimana seluruh pola energi yang nampak berlawanan dan saling berperang satu sama lain itu menyatu, manunggal, menjadi energi kehidupan yang mengalir.

Seperti kutub positif dan negatif yang menyatu dalam energi listrik.