Menjadi diri sendiri? Betul, itulah judulnya. Diri sendiri adalah kita. Diri sendiri adalah sesuatu pada kita sendiri, yang mungkin orang lain tidak tahu. Diri sendiri adalah, isi hati dan moralitas kita dari tempat sedalam-dalamnya. Diri sendiri, terkadang bukanlah sosok kita yang saat ini. Karena sebuah diri, berasal dari nurani, sebuah diri berdiri dengan teguh.
Sosok diri sendiri kita, bisa jadi memang keluar saat kita sedang ditimpa oleh badai emosi. Bisa jadi selama ini, memang kita tidak keluarkan karena pengaruh orang lain. Kita menjadi orang lain, ketika kita tidak menjadi diri sendiri dan malah memiliki gaya untuk 'memuaskan orang lain'. Misalnya, kita tahu apa yang menurut kita benar, tetapi kita tidak mengerjakannya karena tidak ingin dipandang aneh oleh orang lain. Kita ingin membuat impresi baik pada orang lain, itu mengapa kita tidak menjadi diri sendiri selama ini. Kalau tidak ada standar orang lain yang berbeda dari kita mengenai dunia, kita akan sangat terbuka, dan akan mengikuti kata hati kita selama ini. Karena pengaruh luar yang belum tentu benar, diri kita tersesat dan akhirnya mengikuti apa kata orang.
Menjadi diri sendiri adalah sebuah proses refleksi, sekaligus juga sebuah penyadaran diri. Menjadi diri sendiri membutuhkan sifat dan keinginan berubah, dari masa lalu. Perubahan untuk menjadi diri kita sendiri, sebenarnya lebih mudah dibandingkan menjadi sesuatu yang orang lain inginkan, yang dalam lubuk hati kita itu 'tidak pengen'. Untuk menjadi diri sendiri, karena kita ingin, kita perlu berani menetapkan standar sendiri. Misalnya, gaya berpakaian/ sifat kita di-judge, tetapi untuk itu kita tetapkan saja standar diri dahulu. Kalau apa yang kita mau memang tidak salah dan hanya pandangan opini subjektif, apa lagi masalahnya? Sebenarnya menjadi diri sendiri itu sangat mudah dengan keinginan sendiri, namun kita selalu merasanya sebagai hal berat, apabila kita sering dan biasa untuk melihat secara 'menurut orang lain'
Menjadi diri sendiri bukan berarti tidak mendengar kata orang lain, bukan berarti juga, kita tidak memiliki standar apapun. Tentu ada batasnya, karena kita hanya bisa menjadi diri sendiri apabila kita merasa memang kita layak dan sangat bisa untuk menjadi diri sendiri dalam situasi tersebut. Situasi-situasi yang bisa ditolerir, kalau soal menjadi diri sendiri ini, adalah situasi yang berkaitan dengan opini pribadi dan sangat subjektif. Misalnya minat. Janganlah terpaksa untuk mengikuti apa yang orang lain suruh atas minatmu, misalnya disuruh jurusan arsitektur padahal minatnya musik. Karena minatmu adalah minatmu pribadi, dan orang lain tidak bisa mengambilnya dari padamu. Kalau kita memiliki rutinitas untuk memainkan game jadul, biarkanlah. Meskipun orang lain mengkritiknya, hanya kita yang tahu alasannya, mengapa dikerjakan. Jelaskan hal tersebut kepada yang lain, dan 'terserah gue' tapi jangan bablas.
Kalimat ini keren banget nih.
"Menjadi diri sendiri adalah sebuah proses refleksi, sekaligus juga sebuah penyadaran diri. "
makasih kak...