Tidak terasa sudah 3 bulan lebih aku memulai menulis di sini. Banyak peristiwa dan pemikiran receh mampir dan terekam pada setiap tulisan-tulisanku. Hari-hari sibuk penuh tekanan menulis baku sebagai syarat lulus kuliahpun sudah selesai jadi kebiasaan menulis ini jangan sampai hilang karena cukup sulit juga untuk memulainya. Sebagai ucapan terima kasih pada diriku yang telah berhasil melaluinya aku menghadiahkan tantangan baru untukku. Mengisi kekosongan hari tanpa tulisan. Ide yang menarik bukan? Jadi aku punya tantangan harian untuk menulis di hari yang sama namun juga menulis satu atau dua tulisan baru untuk mengisi kekosongan di hari yang lampau. Tapi ya kalau waktunya tidak pas ya tidak memaksakan juga. Sesantainya saja.
Menulis tesis kemarin betul-betul membuka pikiranku mengenai tulisan. Aku yang tidak pernah menulis lepas seperti ini benar-benar kewalahan. Sulit mengalirkan ide di kepala untuk menjadi sebuah tulisan yang maksudnya dimengerti banyak orang. Revisi berkali-kali ya salah satunya karena masalah penulisan juga. Tulisan yang diketik tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan. Otak bagian bahasaku bekerja keras membuat jembatan sel antar neuron sejak saat itu. Sayang sekali bukan jika jembatan-jembatan baru itu perlahan aus dan menghilang karena hanya digunakan sebentar dan tidak terpakai lagi.
Belum lagi critical thinking yang telah diasah untuk menghubungkan setiap pertanyaan dengan jawaban. Sayang sekali jika kemudian ditelantarkan dan berhenti dibangun. Semua memang mulai dari keadaan terpaksa, keluar dari zona nyaman karena keadaan namun itulah perkembangan tidak ada perubahan yang datang dari rutinitas standar yang menyenangkan.
Atomic habit, kita bangun relasi dengan atom-atom lain sehingga membuat sesuatu yang tidak kasat mata menjadi kasat mata.
Wah kita kok sepemikiran ya.. saya hari ini juga menulis mirip-mirip seperti ini.