Ada banyak tipe orang-orang di dunia ini, khususnya pada bagian interaksi sosial. Ada banyak orang yang gemar mengobrol, pun juga ada yang sangat tidak nyaman ketika ngobrol dengan orang, seakan-akan 'terpaksa'. Itu berbeda-beda karena sangat tergantung karakter dan lingkungan tempat kita bisa beradaptasi. Jika kita dibesarkan di keluarga/lingkungan sekolah yang temannya banyak dan banyak mengobrol dengan orang lain, maka kita bisa jadi terbiasa dan berani untuk banyak interaksi. Dengan begitu, kita nyaman saat berada dekat dengan orang-orang lain (kerumunan, teman-teman lain). Sementara, kalau kita lebih introvert, kita lebih menahan diri dan lebih setback. Ketika memang perlu berinteraksi, kita baru berinteraksi, dengan 'terpaksa'. Menurutku, kebanyakan introvert memang begitu, lebih suka untuk sendirian saja, melakukan hal-hal yang ia senangi.
Aku agak bingung mengenai diriku sendiri. Apakah mungkin introvert, ekstrovert, atau ambivert. Pada satu sisi, aku selalu semakin nyaman saja ketika sedang dengan orang lain, tetapi di sisi lain, aku memang dulunya tidak nyaman saat berada dengan orang lain. Kegiatan yang aku biasa jalani pun, biasanya dilakukan dengan sendiri. Misalnya kalau aku sedang main hp ataupun nonton film, kecenderungannya berdasarkan riset, adalah suatu kegiatan yang gemar dilakukan introvert.
Berdasarkan hasil riset suatu kuis yang dilakukan di internet, yang kuisi, sebenarnya hasil akhirnya, mengatakan bahwa aku merupakan ekstrovert. Menurutku, aku agak ragu dengan kuisnya karena tidak bisa benar-benar akurat, karena sampelnya terlalu kecil. Hal yang menjadi pertimbangan/sampel yang kita miliki adalah keseluruhan aspek dalam hidup, baik misalnya kerjasama, topik feed Tiktok yang kita sering lihat, dan lain lain. Sehingga, aku bisa mempertimbangkan, bahwa aku saat ini adalah orang yang ambivert dan sangat tergantung situasi, mengenai kepribadian terbuka ataupun tidak. Kalau sedang main game bareng teman-teman laki-laki seperti beberapa tahun lalu, sudah pasti rame dan aku jauh lebih aktif. Sementara, kalau berada dalam rutinitas, kadang aku malah malas dan bosan untuk bepergian main bersama teman-teman (kalau diajak).
Apa yang menentukan orang, menjadi ekstrovert atau introvert? Sifat diri, keputusan diri. Tingkat kenyamanan, hobi, kebiasaan. Kepercayaan diri pada orang lain, trust, dan juga adaptasi. Balik-balik, ternyata tergantung kita sendiri juga. Jangan terlalu mengandalkan orang lain untuk berubah, apabila misalnya kita ingin 'extrovert'. Atau kalau kita ingin lebih introvert dan untuk sementara merefleksikan diri, jangan berharap agar orang lain tidak mengganggumu. Mau intro ataupun ekstro, sebenarnya tidak ada yang lebih baik sih, satu sama lain pasti ada hasil akhir dan niatnya masing-masing. Kalau kita sendiri introvert (dari sikap hati), pertanyakanlah. Begitu juga kalau kita ekstrovert, bisa dipertanyakan mengapa kita seperti itu. Pada awal mula perjalanan hiduplah, kita malah membiasakan diri untuk mendekat ke satu sisi dan menjauh kepada yang lain.
Ekstrovert bukan berarti banyak teman, introvert bukan berarti sedikit teman dan sendirian doang. Keduanya, tidak bisa digeneralisasikan dan merupakan sikap dari hati yang paling dalam. Apabila ada seseorang yang punya banyak teman dan populer, bukan berarti sikap sebenarnya seperti itu.