Jujur, aku sendiri sedang dalam masa-masa dimana aku tidak tahu ingin atau perlu menulis apa lagi. Untung saja aku terpikir untuk menulis mengenai game Far Cry ini.
Seperti yang kutahu, sebenarnya serian game Far Cry sendiri sudah sangat lama sejak pertama kali diluncurkan. Game Far Cry diluncurkan pada tahun 2004, oleh Ubisoft Entertainment. Karena mendapatkan pujian dan ulasan yang baik, maka game Far Cry 2 ada pada tahun 2008. Berlanjut terus, hingga game Far Cry 6 yang luncur tak beberapa lama lalu, yaitu pada tanggal 12 Oktober 2021.
Game Far Cry dikenal sebagai game open world FPS, berlatar belakang perang. Pada game Far Cry 6, cerita utamanya berpusat pada negara yang bernama Yara. Pemimpin negara tersebut, Anton Castillo (diperankan oleh Giancarlo Esposito), merupakan seorang diktator yang garis keras terhadap perbudakan, dan ia selalu membenarkan perbuatannya. Karena kepemimpinannya yang diktatorial, maka banyak sekali rakyat negara tersebut yang menjadi pemberontak. Salah satunya adalah karakter utama yang kita mainkan.
Konflik dimulai ketika Anton membuat suatu program bernama Viviro. Viviro ini diklaim, merupakan obat penyembuh kanker pertama di dunia. Namun, obat ini masih perlu dikembangkan agar lebih matang. Mengembangkannya, perlu melalui tanaman tembakau yang ditanam, dan dirawat dengan semprotan yang beracun bagi manusia. Lebih ironisnya, Anton menjadikan banyak sekali rakyat negaranya menjadi kelinci percobaan alias 'relawan' ala bahasa Anton, yang membenarkan tindakannya. Karena itu, banyak sekali orang-orang yang meninggal karenanya, sehingga banyak pula orang-orang yang protes atas aksinya.
Negara Yara sendiri merupakan suatu negara yang sudah berkali-kali mengalami kudeta atas berbagai pemerintahan. Karena ketidakseimbangan yang berada antar kelompok-kelompok, maka negara tersebut selalu kacau balau.
Tokoh utama yang kita mainkan, pada awalnya ingin kabur dari negara Yara. Ia ingin pergi ke Amerika dimana ia bisa mendapatkan pekerjaan, dan kabur dari segala kekacauan yang melanda. Ia ingin kabur mengungsi tanpa ketahuan, memakai sebuah perahu. Namun sayangnya, perahu yang ia tumpangi malah digerebek dan akhirnya ditenggelamkan di tempat. Saat tokoh utama bangun, ia berada pada suatu pulau terpencil, yang dihuni oleh pemberontak dan 'pembebas' Yara yang bernama Libertad. Mau tidak mau, ia perlu kerja dengan mereka dahulu kalaupun ingin ke Amerika. Cukup saja ceritanya segitu, dari yang kutahu dan bisa kuceritakan.
Salah satu quote yang kuingat dari game ini adalah 'Pengorbanan perlu dilakukan'. Apakah quote tersebut benar? Tidak. Hanya seorang pemimpin egois dan jahat, yang berani mengatakan tersebut. Untuk tujuan yang lebih besar menurut mereka sendiri, Anton malah mengorbankan nyawa manusia untuk 'Tujuan lebih Besar'.
moral dari keseluruhan game ini yang saya dapat adalah: kebenaran tidak selalu mendapat kemenangan, namun sosok yang 'pure' jahat pada akhirnya pasti akan terjatuhkan.
Sekaligus juga sebuah gambaran, seperti apa orang yang benar-benar jahat dari segala perbuatannya dan moralnya.