AES103: Berakting
haegenquinston
Wednesday January 19 2022, 3:29 PM

Akting adalah kegiatan dimana kita menjalani suatu peran fiktif, secara pura-pura untuk ditampilkan kepada orang lain. Hal akting yang paling umum terlihat adalah akting seorang tokoh pada suatu karakter film. Pemeran film, misalnya. Seorang pemeran film memiliki beberapa persyaratan, komponen dan elemen yang perlu diperhatikan. Secara eksternal, ada penampilan tubuh, gaya bahasa, dan profil diri. Kalau pemeran yang dimaksud adalah perempuan, tidak mungkin ia mendapatkan peran untuk menjadi tokoh laki-laki. Penampilan fisik juga pengaruh karena karakter yang kita perankan harus cocok dengan penampilan kita. Misalnya, secara usia, bentuk tubuh, suara.

Secara internal, hal yang paling utama adalah penjiwaan peran. Ketika kita bisa menjiwai suatu peran yang ingin kita tampilkan, kita sudah menjadi aktor yang baik. Standar yang tinggi contohnya adalah menangis dengan mengeluarkan air mata beneran. Bisa juga, dengan menampilkan ekspresi dan emosi yang real seakan-akan memang terjadi seperti itu. 

Hal mengenai berpura-pura dan akting lebih mudah dibicarakan daripada dipraktekkan. Tidak semudah itu, untuk menampilkan suatu emosi yang sebenarnya tidak kita rasakan apabila kita dalami. Yang mudah, hanyalah menonton orang lain yang berakting dalam suatu peran di film-film. Misalnya, seorang robert downey Jr. atau Chris Pratt yang saking 'menjiwai' sampai-sampai kita sudah menganggapnya sebagai tokoh pada filmnya.

Mengapa aku tiba-tiba membahas ini? Karena saat tadi proyek berjalan, aku sendiri mengalami proses syuting video bersama teman-teman kelompok yang lainnya. Karena kocak pula, maka aku sendiri juga jadi teringat-ingat pada kejadian tadi dan ingin menulisnya.

Berawal dari penyampaian etika mengenai sikap mengontak kakak, lalu menuju mengobrol dengan bahasa sopan kepada orangtua/kakak. Saat melakukan 'drama' dan akting pada tahapan tersebut, improvisasi yang dilakukan cukup lucu yaitu menyertakan perbuatan tidak baik (ngomong kata kasar). Karena cukup awkward,  maka kami mengerjakan secara seru dan menyenangkan.

Ada kejadian yang cukup berkesan juga, yaitu saat akting mengenai meninggalkan orangtua tanpa izin, dengan properti motor dan tas. Sebenarnya, awalnya akan tampak biasa aja, namun karena skenario yang diimprovisasi, maka dikerjakan sedemikan tupa sampai akhirnya betul-betul terlihat pergi tanpa meminta izin atau pamitan dahulu (merekam Linus naik motor).

Sekian saja mengenai cerita dan kesan mengenai akting dan hari ini.

You May Also Like