Saya sebetulnya tidak ingin menulis hari ini sebab tidak ingin menyebarkan suasana negatif. Tadi sebelum menjemput Kano suasana sepertinya biasa saja. Bahkan sebelum ke kendaraan saya masih sempat melihat bulan yang persis berada di atas kepala saya, tegak lurus. Masih beberapa hari lagi hingga bulan purnama. Saya juga memutar lagu dalam perjalanan dan ikut bersenandung. Semuanya baik-baik saja.
Entah ada peristiwa apa di tempat kerja, karena ketika masuk ke dalam mobil Kano mulai mengeluh dan ngomel-ngomel. Sepertinya ada seseorang yang membuat mood dia menjadi jelek. Saya berusaha menjadi pendengar tapi mau tidak mau terpengaruh juga. Hanya saja saya tahu bahwa saat itu bukan saatnya untuk memberikan pendapat. Saya hanya merespon seminimal mungkin. Bisa saja Kano pada saat itu hanya butuh mengeluarkan uneg-unegnya.
Dr. Per Block dari Oxford pernah berkata demikian: "Our study shows conclusively that individuals are affected by how others around them are feeling. Mood is contagious, and though both positive and negative moods are ‘caught’, bad moods are more potent."
Saya sangat setuju. Mood itu sangat menular. Kita terpengaruh kondisi mood yang ada di sekitar kita. Malam ini saya merasakan itu. Dan kalau Dr. Block berkata bahwa bad moods are more potent, saya juga sangat setuju. Tadi di kendaraan saya hampir ikut-ikutan meledak dan bereaksi terhadap Kano. Ada keinginan sangat kuat untuk menghentikan serentetan keluh kesah dan kemarahan dia dengan mengatakan sesuatu yang tajam. Tapi saya sadar bahwa jika saya mengatakan itu, maka akan seperti menuangkan minyak pada api yang sedang tinggi-tingginya berkobar. Nah menyadari itu, saya sekuat tenaga untuk tidak mengatakan apa-apa. Saya hanya mengatakan sebuah kalimat,"Don't bring it home!"
Seandainya saja saya dapat memutar kembali waktu ke beberapa jam sebelumnya, atau beberapa hari yang lalu ketika saya terjaga dari tidur dan memandang keluar jendela melihat semesta begitu indah dan putih karena semalaman turun salju. Seandainya saja saya mempunyai kekuatan adidaya, superpower yang dapat membekukan waktu dan membuat waktu itu tidak lagi bergerak sehingga saya dapat menikmati suasana yang indah dan nyaman itu untuk berlama-lama. Tentunya akan menyenangkan sekali.
Jujur saja, hampir semua orang menginginkan sesuatu yang nyaman dan tidak menyukai hal-hal yang negatif. Saya juga demikian. Saya lebih menikmati pemandangan tupai gendut yang berlari-lari di salju bahkan suara gagak yang jelek itu tidak terlalu mengganggu dibandingkan keluh kesah dan serentetan omelan.
Saya mengerti bahwa kadangkala seseorang mengalami suasana yang buruk. Saat ini mungkin saya tidak suka, tapi suatu waktu nanti saya akan kangen untuk mendengarkan omelan-omelan dan keluh kesah anak ini. Yah, begitu lah hidup. Kano juga butuh waktu dan ketrampilan untuk menghadapi kekisruhan dalam menjalani hari-harinya. Saya hanya bisa mendampingi dan juga kedepannya saya harus bisa mengambil hikmah dari saat ini. Saya berhasil untuk diam dan menjadi pendengar walau di dalam hati saya masih bergolak, besok-besok saya akan belajar berempati tanpa harus ikut terbakar.
Tapi tetap loh, seandainya saya memiliki kemampuan untuk memutar ulang, me- rewind dan memilih saat-saat yang jauh lebih menyenangkan, tentunya akan luar biasa. Hahaha..
Foto credit: miamarket.it