AES108: Kerangkeng
haegenquinston
Thursday January 27 2022, 1:54 PM

Dalam hal berita dan info kekinian, aku sendiri sangat sering mengeceknya. Entah itu dari artikel Line Today, dari instagram, ataupun juga dari artikel berita yang kubaca sehari-hari. Dengan dasar yang seperti itu, saat ini aku jadi tahu tentang berita masa kini yang sedang viral. Yaitu laporan adanya kerangkeng manusia di bawah Kantor Bupati Langkat.

Sebelum kasus ini viral, kita perlu mengetahui latar belakangnya terlebih dahulu. Bupati Langkat yang bernama Terbit Rencana Perangin-Angin (aneh juga namanya) ditangkap atas kasus korupsi, pada saat OTT KPK hari Selasa, tanggal 18/1/22. KPK menggagalkan transaksi uang suap dari pihak kontraktor, yang dijanjikan akan memenangkan tender proyek dari Pemerintah Kabupaten Langkat. Transaksi suap diberikan oleh Terbit Perangin-Angin namun gagal karena adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

OTT dilakukan di sebuah kedai kopi dimana Terbit rencananya akan memberikan transaksi suap kepada kontraktor sebagai perantara. Terbit sempat kabur, namun akhirnya menyerahkan diri keesokan harinya di kediamannya. Sehingga, saat ini Terbit sudah ditahan dan diselidiki.

Terbit diduga melakukan kejahatan lain yaitu perbudakan orang. Dalam rumahnya, ia menyimpan 2 kerangkeng manusia yang terbuat dari besi, masing-masing berisi sekitar 20 orang. Kerangkeng itu berfungsi sebagai penjara bagi pekerja di lahan sawit miliknya. Bahkan, para pekerja diduga mendapatkan perawatan tidak layak, dengan hanya makan 2 kali sehari, disiksa, dan tidak diberikan gaji.

Organisasi Migrant Care memiliki beberapa dokumentasi yang berisi foto, salah satunya mengenai pekerja yang mukanya babak belur akibat disiksa. Akhirnya, kasus ini sampai berlanjut ke tingkat penyelidikan Komnas HAM.

Dari sisi netizen, kejadian ini ternyata mendapatkan banyak sekali kecaman. Terutama karena penggunaan kerangkeng dan ketidaklayakan sikap kepada pekerja. Menurut perspektif banyak orang, kejadian ini sudah seperti perbudakan saja. 

Kalau menurutku pribadi, penggunaan kerangkeng manusia ini adalah sesuatu yang sangat kejam, apapun bentuk dan maksud tindakannya. Menurutku pribadi, ini tidak mungkin soal rehabilitasi narkoba atau pembinaan. Pertama, karena izinnya belum ada, juga karena kerangkeng manusia ini digunakan untuk kepentingan dan keinginan diri sendiri. Memenuhi suatu objektif (perawatan kebun kelapa sawit) tanpa mengeluarkan banyak usaha ataupun resource (kerja paksa, tanpa digaji, kondisi tidak layak, makanan hanya diberikan sehari 2 kali). 

Dari kasus ini juga aku bisa belajar, betapa mengerikannya dunia/peristiwa yang ada di luar sana. Kalau jenis 'perbudakan' ini saja ada di kantor bupati, bagaimana tidak ada di lokasi lain? Apalagi kalau kasus kriminalnya tidak diketahui sama sekali? Orang-orang bisa sadar, bahwa memang betul, ada hal-hal seperti ini di luar sana yang kita tidak ketahui.

You May Also Like