AES110: Tradisi
haegenquinston
Monday January 31 2022, 2:33 PM

Tradisi adalah adat/kegiatan yang dijalankan secara turun temurun dalam suatu masyarakat tertentu. Salah satu contoh yang ingin aku bahas adalah tradisi Imlek, yaitu untuk berkumpul antar keluarga, bagi-bagi uang, dan memakai baju merah. Kebetulan aja besok adalah harinya. 

Tadi siang, aku berbicara dengan salah satu temanku mengenai imlek. Dia, sudah tidak lagi merayakan imlek karena perubahan agama dari kakek-neneknya. Aku sendiri bisa setuju maupun tidak setuju soal tindakannya itu. Menurutku, ada beberapa pandangan yang perlu dipertimbangkan lagi, sebelum benar-benar memutuskan untuk tidak merayakan imlek.

Aku sendiri bisa setuju dengannya, soal ritual imlek yang tidak bisa dilakukan karena perbedaan agama. Misalnya, soal sembayangan tuhan lain, adat membakar rumah-rumahan, dan juga pergi ke kelenteng. Aku pun, sebagai seorang manusia yang beragama Kristen, tidak melakukan hal-hal itu semua, yang melenceng dari prinsip agama. Aku juga setuju, kalau kita sudah memiliki prinsip A maka kita tidak bisa melakukan B.

Namun di sisi lainnya, menurutku ada juga yang namanya akulturasi budaya. Akulturasi budaya sendiri, adalah usaha dalam menyesuaikan budaya dengan lingkungan, situasi, dan keberadaan manusia. Dalam kasus.hal ini, akulturasi budaya yang dilakukan adalah mengimplementasikan budaya imlek dalam kehidupan seseorang yang berbeda agama. Apakah akulturasi budaya harus dilakukan? Nggak juga, terserah orang masing-masing juga. 

Hal yang menurutku paling penting adalah mempertahankan budaya, terutama budaya yang baik. Jangan sampai kita menghilangkan budaya baik, karena ada unsur-unsur yang bersinggungan dengan prinsip agama kita. Alangkah lebih baiknya kalau kita masih bisa mempertahankan apa yang baik, tanpa menghilangkannya. Dari imlek, hal yang bisa kita teladani adalah tradisi berkumpul sekeluarga besar. Kalau aku mengikuti acara kumpul keluarga, aku bisa mendapat makna lebih, karena aku bisa lebih dekat dengan sesama orang lain, bisa mengobrol, bisa makan bareng, dan mempertahankan relasi. Apabila sedang imlek, pasti keluargaku hanya mengadakan kumpul keluarga, tak lebih tak kurang. Justru kalau imlek ini tradisinya dihilangkan, poin penting darinya juga hilang.

Sama seperti umat Islam merayakan Lebaran, sama seperti hari libur lain. Se-biasa aja tradisi yang terlihat di mata, pasti ada makna lebih dari padanya.

You May Also Like