AES003 Seutuhnya Rumah
adhmsm
Saturday August 31 2024, 2:11 PM
AES003 Seutuhnya Rumah

kembalilah kita, kembali,

mengakrabi siang yang terik,

pada satu hari yang begini baik.

 _

pada mulanya

cuma langkah-langkah kecil

bergantian-berkejaran erat,

langkah yang lekas membawa kita

semakin dekat dengan rumah,

satu tempat yang penuh

dengan kenangan-kenangan ramah.

 _

di luar sana, perjalanan

memang selalu melelahkan,

perjalananan yang membuat kita memahami

arti setiap pertemuan demi pertempuran,

hingga menjadi makna yang kelak

kita lebur, kita baur.

_

kembali kita pada suatu rumah,

menjadi anak-anak

yang berbaring di atas serakan dedaunan kering,

yang bersenda derau dengan lembut nyanyian angin,

yang bergelantungan di dahan-dahan yang tenang,

yang berlari riang dengan bayang-bayang.

 _

kita coba mendengar lagi memori

yang tersimpan rapi pada setiap sudut rumah ini.

di mana kita pernah menangis dan tertawa?

di mana kita pernah berkali-kali patah dan jatuh hati?

_

pernah kita tabur benih harapan

pada satu sudut halaman.

adakah benih itu telah tumbuh tegas?

adakah benih itu menjadi pohon

dengan buah ranum yang siap lepas?

_

di rumah ini,

kita tinggallah anak-anak

berpegangan-bergandengan

memanjatkan doa-doa sederhana,

selayaknya hidup, juga bahagia.

kita cuma anak-anak yang bermain

membentang kain bergambar bintang

dengan pendar yang sebentar-sebentar,

pendar yang terus kita jaga,

pendar yang selalu menjaga kita,

karena kelak pada suatu ketika,

tiba waktunya perjalanan melepas lagi

erat genggam jemari kita, satu per satu,

tetapi pendar mungil itu menetap,

bersinar dari rongga dada

menerangi setiap gelap,

menangkap segala harap.

_

akhirnya tiba juga, satu terik yang baik ini,

bersama, kita coba meruwat dan merawat lagi

sebagaimana seutuhnya rumah,

tempat yang selalu membukakan pintunya

bagi kita untuk berkali-kali kembali.

_

Bandung, Semi Palar, 2024

*dibacakan pada acara Selametan Semi Palar 31 Agustus 2024

Rosmelia Ayu Lestari
@rosmelia-ayu-lestari   2 years ago
Mbrebes mili bacanya. Keren banget, Kak Adhimas!
adhmsm
@adhmsm   2 years ago
Nuhun, Kak Oms. Semoga berkenan 🙏
matheusaribowo
@matheusaribowo   2 years ago
Mendengar ini, air di mataku seolah "bersenda derau dengan lembut nyanyian angin,"
Keren Kak Dhimas!
adhmsm
@adhmsm   2 years ago
Nuhun Kak Mats, pengen baca juga euy yg punya Kak Mamat.
Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Saat menuliskan ini, pikiran saya melayang kembali saat kak Dhimas membawakan narasi ini kepada kita semua, melangkah perlahan, di antara bintang di atas kain biru, di hadapan warga Smipa yang mengelilinginya. Di sanalah kata-kata ini bergema dan mudah-mudahan menemukan resonansinya. Nuhun pisan kak Adhimas
adhmsm
@adhmsm   2 years ago
Nuhun pisan, Kak Andy. Saya menerima dan menyimpan apresiasi Kak Andy dengan baik. Terima kasih juga sudah memberikan kesempatan dan kepercayaan besar ini.
You May Also Like