Sudah hampir 1000 hari saya mengikuti kegiatan menulis atomic essay. Menulis setiap hari selama lebih dari 2 tahun, hampir 3 tahun malah. Sejauh ini dapat berjalan dengan lancar, hanya beberapa hari terlewat karena kebingungan dengan urusan perbedaan waktu ketika saya berada di tempat lain. Saya menulis segala hal, dari makanan, masak, cerita kegiatan sehari-hari, pengalaman indah, kejadian menakutkan dan tidak jarang yang menyedihkan, menulis tentang refleksi, renungan bahkan opini, lamunan maupun pemikiran, lengkap! Tulisan saya kadang bisa dibanggakan, kadang tidak ada isinya, tidak bermutu dan mungkin hanya membuang-buang waktu jika membacanya. Kadang menyenangkan kadang membosankan. Itu menunjukkan bahwa saya menulis tentang hidup, karena begitulah juga hidup, tidak pernah sama.
Menulis tentang hidup itu tidak muluk-muluk sebab hidup itu seperti ketika kita melakukan perjalanan, seperti kita sedang travelling. Ada kalanya kita menemukan tempat baru yang indah, ada saat-saat dimana kita mengalami kesulitan, ada masa ketika kita senang berekplorasi, tapi ada juga saat kita kelelahan, bosan dan tidak bersemangat. Itu semua ada di dalam tulisan-tulisan saya. Di blog pribadi ini merupakan tulisan saya yang ke-1100. Jika saja saya menulis setiap hari itu artinya sudah lebih dari 3 tahun. Tapi tidak begitu, saya baru menulis setiap hari sejak tanggal 20 Mei, 2021 hingga sekarang.
Seperti halnya kehidupan yang tidak selalu indah, demikian juga menulis. Kita harus menempuh banyak tantangan, pada suatu masa tantangannya begitu berat, ada tantangan yang banyak menghabiskan enerji. Seringkali juga kita dihadapkan pada kemalasan, kemudian kegiatan kita tertunda-tunda. Satu hal yang seringkali saya pegang teguh adalah bahwa setiap moment dalam hidup itu layak untuk diabadikan. Kita tidak akan pernah dapat mengulang waktu dalam hidup. Begiu sudah dilalui, maka masa itu menjadi kenangan, menjadi sejarah dan jika tidak diabadikan maka akan terlupakan begitu saja.
Menulis adalah kegiatan yang kalau kita mau jujur pada diri sendiri, tidak pandang bulu, dan tidak pilih kasih merupakan hal yang menarik. Yang saya alami, itulah yang saya tulis. Kenapa tidak? Itulah hidup. Siapa pernah dapat mengatur apa yang akan kita lalui? Seandainya pun kita bisa, saya akan memilih untuk tidak mengetahuinya sebab jika diibartakan dengan buku cerita, begitu kita tahu endingnya, maka ketertarikan kita pada seluruh cerita menjadi hambar, tidak sebegitu menarik lagi.
Pernahkah kita berpikir apa yang akan terjadi 1 tahun lagi? Dimana kita 5 tahun lagi? Sering bukan? Nah jika kita tulis keinginan tahu itu saat ini lalu kita bandingkan 1 tahun lagi atau 5 tahun lagi, dan kita lihat apakah harapan itu terwujud, apakah bayagan kita terjadi, itu sesuatu yang sangat menarik. Saya sudah melakukannya berkali-kali dan saya hampir selalu terkejut dengan hasilnya. Tahun lalu saya bertanya-tanya apa yang akan saya alami di akhir tahun, waktu itu saya membayangkan menghabiskan penantian masa Natal dan tahun baru dengan bersedih karena berjauhan dengan Kano. Buktinya ketika setahun kemudian, yang saya bayangkan itu tidak terjadi, malah saya duduk bertiga membuka hadiah Natal dengan penuh kehangatan. Ya semuanya itu menarik, tapi tentu saja jika kita abadikan.
Foto credit: combiningminds.org