AES025 Konsisten
Sanya
Saturday November 2 2024, 7:36 AM
AES025 Konsisten

Tidak terasa sudah sebulan lebih aku menulis. Awalnya takut untuk memulai, takut mencoba, takut. Kalau dipikir-pikir takut apa sih, menulis satu diantara ribuan tulisan, masuk ke laman pembaca lain juga belum tentu. Takut apa? Tidak terlalu banyak berpikir kuberanikan diri mencoba menulis, siapa tahu menarik, siapa tahu cocok, siapa tahu ada hal baru yang bisa dipelajari.

Setelah melawan rasa takut, muncul perasaan lega, perasaan excited, rasa penasaran timbul. Rasa ingin tahu, menantang diri sendiri sampai sejauh mana bisa bertahan, konsisten, apa yang dimulai harus diselesaikan. Tapi menulis rasanya tidak ada garis finis, selesainya dimana? Tidak ada ending-nya. Tidak seperti buku yang memiliki akhir, menulis menjadi catatan perjalanan, jurnal kehidupan. Awalnya adalah hari ini ketika membuka mata, akhirnya adalah hari ini ketika memejamkan mata.ย 

Lembar pertama, lembar yang paling menentukan apakah menarik? Apakah bersedia melanjutkan ke lembaran berikutnya? Kemudian akan berlanjut menulis lembaran-lembaran berikutnya 1 menjadi 10, 10 menjadi 20, lalu kembali ke pengaturan awal. Doubt.

Sudah bukan rasa takut atau rasa excited yang muncul. Keraguan. Biang kerok segala kegagalan. Mulai menunda, mulai sibuk dengan kegiatan lain, mulai mencari alasan. Inilah ujian sesungguhnya, ujiannya baru dimulai saat ini, saat sudah merasa bisa kita mulai kehilangan alasan untuk melanjutkan. Lagi-lagi ini aku versus diriku.

Seperti mempunyai tanaman, awalnya enggan untuk membeli, setelah senang akan terus membeli tanaman lain, senang memiliki koleksi tanaman kemudian disadarkan oleh tugas utamanya. Merawat. Seperti pandemi kemarin, orang-orang banyak membeli tanaman harganya bisa mencapai jutaan rupiah kemudian kehidupan new normal, orang-orang kembali sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Tanaman seharga jutaan rupiah melayang tinggal nama, hanya sebagai pengisi waktu luang saja saat pandemi. Padahal jika dirawat dengan baik akan memberikan kepuasan tersendiri bagi pemiliknya.

Begitupun dengan menulis, saat perasaan excited perlahan memudar, ide untuk menulis dikesampingkan, dikalahkan oleh aktivitas lain yang menjadi kewajiban, akan timbul berbagai alasan untuk tidak melanjutkan.

Saat berhenti kita akan kembali ke setelan awal. Mulai dari nol. Malah lebih sulit karena ini sudah pernah dijalani, rasa penasaran akan hal baru sudah tidak ada. Makin sulit untuk melanjutkan. Mulai dari minus.

Sebenarnya tidak ada yang sulit, hanya perlu disiplin sampai hal ini menjadi rutinitas. Terus berlatih sampai hal ini menjadi kebiasaan. Terus dilakukan sampai menjadi muscle memory. Sampai menulis bisa dilakukan spontan tanpa berpikir.

joefelus
@joefelus   2 years ago
Selamat! Pengalaman saya, hal semacam ini akan terus terjadi berulang-ulang. Oh saya setuju paragraf terakhir. Ini keren! :)
sanya
@sanya   2 years ago
Waah dikomen Pak Joe yang legendaris senang sekali!
Betul Pak nanti jadi siklus ya kalau sudah sering menulis semoga ikutan nular nih konsistennya Pak Joe.. Bisanya saya cuma baca tulisan Bapak tapi masih malu buat komen hehe.. jadi sahabat pena๐Ÿ˜„๐Ÿ™๐Ÿป
joefelus
@joefelus   2 years ago
Kalo legendaris tukang bikin rusuh sih bener! Kalo lainnya masih perlu dipertanyakan hahahaha
Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Wah ini keren ini. Prosesnya sdh mengalir sampe di sini. Semoga berlanjut terus... dan menular juga ke rekanยฒ yang lain. โ˜๐Ÿผ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿค—
sanya
@sanya   2 years ago
Iya Kak semoga terus konsisten seperti sang legenda hahaha๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿป