Tulisan ini adalah cuplikan kisah tentang KPB angkatan pertama. Anak-anak yang berani berdiri dan berproses di luar kotak pendidikan formal.
Di awal perjalanan KPB saya sempat berbincang bersama teman2 KPB ini: Kinan, Lian, Gio, Rico, Mutia, Natasha dan Angel. Maksudnya memberikan pengantar, sebuah kerangka berpikir supaya mereka memaknai proses mereka secara pas. Sekilas saya sampaikan begini : Proses belajar kalian di KPB itu sangat berbeda. Sangat-sangat berbeda. Karena kalian belajar tidak di dalam kelas, tidak pegang buku malah jalan-jalan berkeliaran ke mana-mana. Jadi, orang banyak akan meragukan proses belajar kalian, akan mempertanyakan kalian dan KPB. Begitu kira-kira pesan saya.
Bincang2 itu ada di awal semester. Waktu berjalan, proses bergulir dan beragam petualangan belajar dialami. Sampai akhirnya buku petualangan belajar KPB yang pertama berhasil dituliskan.
Bagi saya yang menarik adalah halaman pertama buku yang berjudul Bertumbuh Bersama Semesta itu.
Isinya kurang lebih menggaris bawahi apa yang saya sampaikan di awal perjalanan KPB itu. Mereka menuliskan begini, dituliskan dengan tulisan tangan.
Salam Petualang.
Kami adalah Petualang Belajar. Kami dipertanyakan karena berpetualang jauh di luar kotak.
Cara belajar kami bukan sesuatu yang mudah dipahami, karena memahami kami, butuh tanda tanya...
Lalu kata-kata penutupnya juga mantap...
EDANKEUN LUR!
Bagi saya ini semacam penegasan bahwa mereka sudah berkomitmen untuk menjalani proses ini semaksimal mungkin. Saya bahagia bisa menyaksikannya. Mudah-mudahan betul, manfaat dari proses belajar itu sudah kalian rasakan sekarang. Terima kasih teman-teman...