AES257 Antara Atomic Essay dan Pexels
Andy Sutioso
Saturday January 29 2022, 10:49 PM
AES257 Antara Atomic Essay dan Pexels

Dari beberapa kesempatan obrolan dan tukar pikiran, muncul satu topik bahasan tentang bagaimana proses penemuan dan pengenalan diri bisa berjalan seoptimal mungkin. Secara spesifik pertanyaan besarnya adalah bagaimana atau lewat cara apa penemuan diri bisa terfasilitasi dengan baik. Judul di atas lagi-lagi ini terkait dengan Literasi Diri. Sejauh menelusuri esensi pendidikan holistik - secara spesifik tentang proses penemuan diri - menemukan bintangku masing-masing. Literasi diri memang jadi sesuatu yang saat ini jadi perhatian besar buat saya. 

Atomic Essay Smipa adalah proses yang saya jalani untuk menguji-coba proses yang sepertinya bisa jadi cara efektif untuk membantu seseorang masuk dalam proses reflektif yang berkesinambungan, hari demi hari demi hari. Membuat jurnal pribadi setiap hari adalah cara yang saya rasakan sendiri sangat efektif untuk membantu proses ini. Lalu apa buktinya kak Andy? Saat ini buat saya cukup mudah menjawabnya, silakan baca tulisan-tulisan kak Andy yang dituangkan di esai-esai saya di Ririungan. Walaupun tulisan-tulisan yang ada pasti belum sepenuhnya merepresentasikan diri kak Andy, tapi melalui tulisan-tulisan itu saya yakin pembaca akan cukup mengenal apa yang ada dalam alam pemikiran dan perasaan kak Andy. Saya juga merasa demikian setelah sekian lama mengikuti esai-esai yang dituliskan Joe, Rico, kak Leo, teman-teman KPB dan kakak-kakak yang cukup kerap menulis di Ririungan. Sayapun jadi bisa jauh lebih mengenal mereka.

Di luar Atomic Essay, saya juga mencoba media lain yang saya sukai untuk mengekspresikan diri melalui apa yang saya minati. Media yang saya pilih adalah fotografi dan saya memilih untuk mengungkapkannya melalui platform yang namanya Pexels. ScreenShot_20220130154939.jpeg Saya membuat akun Pexels sejak bulan September 2021. Sejauh ini sudah sekitar delapan puluh-an foto saya yang saya unggah ke Pexels. Beberapa foto saya juga sudah difiturkan oleh kurator Pexels. Sampai hari ini saya berusaha untuk mengunggah foto-foto saya setiap satu - dua hari. Kegiatan ini juga ternyata mendorong saya juga untuk lebih aware terhadap lingkungan sekeliling saya untuk merekam situasi di sekitar saya menggunakan kamera hape. 

Jadi saya sekarang punya perbandingan bagaimana dua media ekspresi ini berfungsi sebagai media refleksi diri. Kesimpulannya ya begitu. Memang tulisan jauh lebih kuat. Penjelasannya kenapa, ada di esai saya yang judulnya Menulis dan Refleksi Diri. Di luar ini semua, tulisan-tulisan ini mudah2an juga mendorong teman-teman semua untuk mengeksplorasi berbagai hal dan media terkait proses refleksi diri. Karena memang hal ini hal yang penting bagi proses kita menjadi diri sendiri. Salam.