Tulisan ini terpantik dari obrolan bersama kakak-kakak Magang. Kami berusaha ngumpul setiap sore - sejauh memungkinkan untuk berbagi pengalaman teman-teman calon kakak di kelas. Bagi saya ini jadi kesempatan untuk mendapat tangkapan tentang kehidupan belajar di Semi Palar yang terlihat dari perspektif teman-teman calon kakak yang baru masuk ke dalam dinamika Rumah Belajar Semi Palar.
Kemarin kak @Syahaarah berkisah tentang bagaimana teman-teman Sajojo terlihat sangat menyenangi tema angkasa luar yang sudah berada di akhir tema untuk kemudian beralih ke tema baru.
Dari diskusi tadi muncul pertanyaan: Kenapa ya tema Angkasa Luar atau Luar Angkasa ini selalu menarik bagi kebanyakan teman-teman di Smipa? Amatan ini muncul dari pengalaman bertahun-tahun mengangkat tema ini jadi tematik pembelajaran di Semi Palar. Sejujurnya pertanyaan ini juga baru muncul di benak saya mendengar cerita kak Syahaarah tentang beberapa pertemuan dengan teman-teman Sajojo di penghujung tema ini.
Kemudian muncul beberapa jawaban dari kak Dena, kak Anissa, kak Rizal dan kak Syahaarah. Tebak-tebakan ala Smipa. Kalau di Smipa kan tebak-tebakan sah juga - toh itu juga proses berpikir. Kami yakin teman-teman di Smipa juga selalu berpikir saat menebak jawaban atas sebuah pertanyaan. Jadi ga ngasal juga.
Ada yang menjawab tema angkasa luar ini imajinatif, seuatu yang tidak tersentuh, tidak terjamah dan lainnya. Jawaban-jawabannya betul, tapi menurut saya ada yang paling mendasar, dan juga lebih esensial. Lagi-lagi ini pemikiran saya dan bisa jadi ada jawaban yang lebih jitu. Silakan tulis pendapatnya di kolom komentar wkwkwk...
Dalam bayangan saya teman-teman Sajojo (dan lainnya juga) menyadari bahwa angkasa luar itu tak berbatas (boundless), sangat luas. Bagi anak-anak, sesuatu yang maha ini saya bayangkan sangat menarik - dan juga membukakan ruang imajinasi yang tidak terbatas - juga berbagai kemungkinan yang bisa jadi tidak terdefinisikan, tidak terjangkau nalar manusia. Aspek inilah yang jadi sangat berharga, sangat penting dipahami oleh seorang manusia dalam proses belajarnya.
Menarik untuk mengaitkan hal ini dengan satu konsep tentang makro kosmos dan mikro kosmos. Buana alit dan buana ageng. Kalau sebesar itu jagad raya, bukankah hal yang sama tercerminkan di dalam diri kita - karena diri kita sebagai mikro kosmos adalah cerminan dari apa yang ada di jagad raya... Semacam itu. Semoga tulisan ini memantik satu dua pemikiran dan renungan buat kita para pendidiknya - yang dulu waktu kecil bahkan sampai dewasa belajar dalam berbagai ruang sempit yang penuh batasan... Salam.
Terima kasih buat kak @matheusaribowo dan kak @ian yang sudah memantik proses belajar yang keren bersama Sajojo. 🙏🏼🤗
Photo by Alex Andrews: https://www.pexels.com/photo/photo-of-supernova-in-galaxy-3805983/