Aku menulis ini siang hari, setelah mengerjakan beberapa hal dan sebelumnya olahraga dengan teman-teman K10, atau mungkin jajan berkedok olahraga 😂. Hal menarik karena salah satu indikator kita menentukan tempat olahraga adalah jajanannya, sepertinya bukan hanya kami saja banyak orang juga berpikir hal yang sama.Â
Terkadang saat ingin menciptakan sebuah kebiasaan baik, kita menjadi terlalu keras pada diri kita sendiri dan akhirnya berekspektasi terlalu tinggi. Akupun begitu, beberapa kali mencoba membiasakan satu hal tapi berhenti setelah satu minggu. Pengalamanku saat aku ingin membiasakan olahraga, aku berekspektasi terlalu tinggi pada diriku sendiri, memberikan batasan yang terlalu tinggi. Setiap hari harus lari selama 20 menit misalnya, aku akan melakukannya dengan susah payah sampai sangat lelah dan biasanya aku akan berhenti di hari ketiga atau keempat. Kenapa? Karena aku trauma dengan batasanku sendiri. Saat aku berlari selama 20 menit, rasanya sangat sulit sampai aku tidak ingin mengulanginya lagi sehingga keesokan harinya aku bahkan tidak ingin membayangkan kesulitan itu.Â
Olahraga menjadi tidak mudah bagiku, karena yang aku rasakan adalah rasa sakit. Siapa orang yang ingin mengulangi rasa sakit?Â
Dalam buku atomic habits, sang penulis mengatakan cara menciptakan kebiasaan baik diantaranya menjadikannya menarik dan menjadikannya mudah.Â
menurutku tidak salah jika jajan dijadikan salah satu alasan untuk memilih tempat olahraga karena jajan menjadikan tempat olahraga itu menarik. Sebuah awalan untuk menciptakan kebiasaan olahraga menjadi menarik. Asal jangan kesana hanya jajan aja olahraganya engga.Â
Lalu menjadikannya mudah, buat batasan yang tidak terlalu sulit. Batasan yang akan membuat dirimu di esok hari mau mengulanginya.