Menonton ulang percakapan _ini_ jadi terlintas, out of the box yang dulu menjadi tren kini sudah tidak relevan. Yang relevan jadinya out of the echo chamber.
Dulu kita berkutat dengan kurangnya informasi, sekarang dengan kelebihan informasi. Makanya, terlalu banyak informasi malah menjebak diri dalam echo chamber.
Sering kan kita mengulas satu hal dengan beragam perspektif dan opini, lalu berputar-putar di tengah kekayaan informasi. Ujungnya minta instruksi padahal kebebasan lho yang jadi fondasi.
Kalau informasi adalah bahan dan pengetahuan adalah peta, maka pertanyaan adalah kompasnya. Sudah ada materi, sudah ada fondasi, maka diperlukan orientasi.
Pertanyaan apa sih yang akan mengarahkan kita out of the (not box anymore but) echo chamber.