AES126: Hasil dan Bukti
haegenquinston
Wednesday February 23 2022, 2:40 PM

Dari setiap kegiatan yang aku jalani, orang lain bisa tahu mengenainya, lewat bukti dari hasil yang ada. Apabila aku berkata bahwa aku sudah berolahraga selama 6 jam, orang tidak akan percaya begitu saja. Namun, kalau aku menyertai foto/video didalamnya, mereka bisa mendapatkan bukti dan percaya. Tidak semua orang memiliki daya pikir, kapasitas otak, dan pengetahuan sama seperti kita. Jangan anggap mereka tahu, kalau kenyataannya belum. 

Dalam membuat suatu laporan, pasti ada hasil dan bukti yang disertakan. Kalau isinya hanya tulisan saja, meskipun orang percaya, orang lain tidak akan memiliki bayangan dan detail seperti yang kita tahu. Kalau aku berkata 'aku membeli sebuah Ferrari' saja dan tidak disertai keterangan lain, orang lain akan bingung dan punya banyak pertanyaan di benaknya. Misalnya, bentuknya seperti apa, harganya berapa, bagian-bagiannya seperti apa, dan lain lain.

Wajar saja kalau Kak Mel suka kritis dan tegas mengenai notulensi dan dokumentasi. Kita sendiri saja, tidak boleh menganggap orang yang tidak tahu menahu sebagai orang yang tahu dan mudah mengerti. Contohnya yang aku pernah lakukan adalah, bilang ke Kakak bahwa kegiatan yang dilakukan adalah membersihkan kebun, menyiram tanaman, dan membeli pupuk. Mungkin bagi aku sendiri hal itu biasa-biasa saja dan tidak apa-apa, wajar. Tapi sebagai orang yang tidak tahu, pasti penasaran karena bayangannya tidak detail.

Perspektif berbeda menurutku berpengaruh banyak dan besar terhadap 'objek' yang menjadi inti pembahasan. Coba kalian menonton film bersama dengan orang lain. Tapi, orang lain mulai dari awal film, sementara kalian mulai dari tengah. Lalu minta (dia) menceritakan bagian-bagian yang kalian tidak tonton. Pasti akan bingung, pusing dan tidak terbayang. Aku memiliki beberapa pengalaman pribadi seperti itu, dan tidak enak rasanya kalau minim deskripsi sehingga tidak terbayang. Sebagai orang yang menjelaskan, kalau bisa sedetail mungkin agar mempermudah teman-teman lainnya. 

Bahkan mengajar matematika juga seperti itu, detail. Karena orang yang kita hadapi adalah, seseorang yang naif dan tidak tahu apa-apa.