Seseorang pernah bercerita tentang Semipalar, sekolah dengan karakter khas nya, berdiri dengan tujuan menjadikan siswanya manusia yang utuh, membuat saya tertarik mencari tahu sekolah apa ini. Semakin dicari tahu semakin banyak pertanyaan dalam pikiran.
Ah lagi-lagi pertanyaan lagi yang saya dapatkan. Mari kita temukan jawaban nya
Kesempatan itu akhirnya datang pada saya untuk bisa mencari tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya. Setelah melewati beberapa proses “Mencari Kepingan Semipa” yang mana saat ini pun saya masih ada dalam proses itu, kesempatan untuk mencari tahu lebih banyak hal pun datang.
Dimulai dari penjelasan secara tersirat seperti apa Semipalar itu, karena menjelaskan bagaimana Semipalar itu tidak mudah, tidak seperti menyampaikan sebuah definisi. Kita mencari tahu setiap kepingan informasi dari setiap proses yang kita lalui. Proses yang membuat saya tetap berproses. Secara tidak langsung proses itu membuat diri saya menjadi lebih bisa mengelola diri. Bersyukur sekali, kesempatan berproses itu bisa saya lalui dengan senang hati pada akhirnya. Ditempatkan di jenjang SD kecil yang juga menjadi tantangan untuk saya. Tidak biasa untuk saya, bukan tidak biasa malah, ini untuk pertamakalinya membersamai anak-anak khususnya anak SD kelas 1 untuk belajar. Dari yang tadinya tidak punya bayangan, dengan perlahan sayah perhatikan, mengamati dari jauh bagaimana kakak-kakak memfasilitasi kegiatan belajar. Banyak pertanyaan yang saya tanyakan, kakak kelas menjawab dengan ramah dan terus mendorong saya untuk mencoba dan mencoba lagi. Jika saya melakukan kesalahan, mereka memberikan dukungan dan masukkan agar saya bisa memperbaikinya.
Proses pencarian kepingan terus berlanjut. Kakak kakak baru yang sedang menjalani proses magang bersamapun menjadi wadah saya untuk terus berkembang. Banyak cerita yang kita tukar, terkadang hal yang bias ketika dibicarakan dengan mereka akan sangat jelas. Terkadang disaat bingung dengan sejuta pertanyaan, lalu saya ajukan kepada mereka, semuanya menjadi terang. Meskipun tidak secara langsung terjawab tapi lewat obrolan itu dapat menunjukkan saya jalan untuk sampai pada jawabannya. Secara tidak langsung saya seperti merasa merecahrge energi ketika berdiskusi dengan mereka.
Memfasilitasi kegiatan belajar untuk anak yang memiliki ketertarikan yang berbeda tidaklah mudah. Perlu kepekaan untuk kakak kelas dalam menangkap kerangka yang cocok. Melihat dari segala aspek memang bukanlah hal yang mudah. Tapi cara pandang yang seperti itu yang dibutuhkan untuk membuat segala sesuatunya terkoneksi.
Semangat terus, Kak Dewi! ☺️
Terimakasih kaaaa
Kalimat terakhirnya keren banget kak Dewi. 😊