AES 1226 Simbol
joefelus
Saturday October 26 2024, 11:03 AM
AES 1226 Simbol

Menurut Carl G, Jung, ide dari gambaran sebuah simbol atau kata mengisyaratkan pengertian yang jauh lebih dalam dan lebih luas daripada yang diungkapkan pada saat itu. Jadi ketika kita menjumpai sebuah simbol menurut beliau, jangan hanya terpaku pada pengertian yang tertangkap pada saat itu tapi perlu ditelaah dengan lebih seksama.

Jaman sekarang kalau kita ngobrol melalui aplikasi chat, seringkali timbul kesalahpahaman, sebab kita sama sekali tidak dapat melihat ekspresi dari lawan biacara kita. Misalnya kalau kita ngobrol secara langsung, dari jestur tubuh atau raut wajah kita dapat "membaca" apakah yang bersangkutan itu serius atau tidak. Kadang gurauan diungkapkan dengan wajah serius tapi kita bisa tetap membaca dari gerakan tubuh bahkan pancaran mata. Kalau pancaran matanya jenaka, maka kita bisa mengartikan bahwa dia sedang bergurau. Beda jika mengucapkannya dengan melotot, ini mungkin serius dan dia sedang jengkel atau marah. Nah kalau di chat room, hal semacam itu tersembunyi dan kita tidak dapat melihat raut wajah lawan bicara kita. Apakah serius atau tidak, kita tidak tahu. Di sini simbol semacam emoji dapat berfungsi dengan baik. Ada orang yang sarkastik misalnya mengucapakan kata-kata yang pedas tapi dengan imbuhan sebuah emoji yang artinya tertawa sambil berguling-guling di lantai, itu artinya dia sedang bergurau. Tanpa simbol itu maka percakapan bisa mengarah kepada situasi yang lain.

Kenapa saya ujug-ujug berbicara soal simbol? Bukan karena saya tertular pengarang kondang Dan Brown di serangkaian buku-bukunya yang menceritakan petualangan seorang profesor simbolism, Profesor Langdon. Bukan itu. Saya sama sekali tidak tertarik pada simbolism. Saya selama ini hanya menikmati buku-buku karya Dan Brown, walau kemudian mulai berkurang minatnya karena plotnya sangat serupa, yaitu seorang profesor yang "kikuk" berpetualang didampingi oleh seseorang yang memiliki kepribadian lebih dominan dan kuat, yang selama ini rata-rata wanita, dan mereka berdua berusaha menyelamatkan "dunia". Dari mulai Davinci Code hingga buku yang terakhir, semua begitu.

Eniwei, saya tidak akan membahas Dan Brown, tapi ide itu muncul ketika tadi pagi saya kebingungan melihat simbol di saklar atau switch on dan off dari mesin pompa air submersible yang saya gunakan. Di saklar itu ada tanda lingkaran dan setrip. Mana yang on mana yang off tidak jelas karena cahaya merah yang biasa ditimbulkan saklar itu tidak tampak ketika matahari tinggi. Nah saya iseng menggunakan mesin pencari google tentang informasi ini.

Saya baru tahu bahwa simbol-simbol itu sebetulnya mengambil dari binary codes. Mudah-mudahan informasi itu benar. Binary codes hanya ada dua buah yaitu angka 1 dan angka 0. Katanya juga angka satu menyimbolkan menyambung, lurus, sementara angka nol itu terputus. Juga saya tidak tahu apakah itu betul atau tidak. Yang jelas informasi sudah saya peroleh yaitu on menggunakan angka 1 sementara off menggunakan angka 0.

Nah dari proses pencarian informasi tadi saya langsung berpikir bahwa hidup kita sangat dipenuhi dengan simbol-simbol, mulai dari hal yang paling mudah hingga yang sangat rumit, dari hal sepele yang kita jumpai hingga hal yang serius. Lihat saja sekeliling rumah kita, ada berapa simbol yang dapat kita temui? Lihat lalulintas, dan sebagainya. Itu baru yang bersifat fisik, belum lagi kalau kita mendalami simbol-simbol yang mengarah ke kepribadian, karakter mental dan sebagainya. Luar biasa sekali, bukan?

Foto credit: pngwing.com