Tidak ada matahari hari ini, sepanjang hari. Tapi saya sudah berjanji pada Kano dan Nina bahwa saya akan mencoba memasak masakan dari daerah selatan, daerah Louisiana yang terkenal dengan makanan Creole yang bernama Gumbo. Jadi walau pagi begitu dingin dan juga gerimis, saya tetap pergi membeli daging dan sayuran.
Gumbo adalah semacam "sup" yang kental karena menggunakan dark roux, yaitu pengental yang dibuat dari tepung yang dimasak dengan minyak dari hasil menggoreng daging. Roux yang normal biasa dibuat dari tepung dengan mentega, sedangkan dark roux dari minyak sisa. Saya menggunakan bacon, lalu paha ayam serta sosis andouille yang pedas. Dari hasil menggoreng 3 macam protein ini saya memperoleh minyak yang cukup. Tepung saya masukkan lalu terus diaduk hingga berwarna coklat seperti warna kopi yang hanya sedikit diberi susu. Lalu kemudian saya masukkan bawang bombay, celery dan cabeypaprika hijau yang sudah saya potong dadu. Sambil mengaduk sama menyiapkan kaldu ayam yang saya panaskan hingga hampir mendidih lalu saya campurkan ke roux yang sudah bercampur dengan sayuran.
Hingga di sini, sup yang kental sudah mulai terbentuk, lalu saya masukkan bumbu yang sudah saya siapkan di awal yaitu campuran antara lada hitam, bubuk bawang putih, bubuk cayenne pepper, oregano, thyme dan bubuk paprika. Lalu saya masukkan kembali potongan daging ayam yang sudah saya browning tadi di awal lalu dimasak dengan api kecil dan sekali-kali diaduk agar bagian bawah tidak hangus. Sesudah ayam matang saya masukkan bacon yang tadi sudah saya masak, sosis andouille dan udang. Udang sengaja saya masukkan paling akhir sebab saya tidak suka udang yang dimasak terlalu lama.
Sayang sekali di supermarket tidak ada okra. Gumbo yang asli menggunakan okra. Ini sayuran yang sebesar cabe berwarna hijau dan jika dipotong bagian dalamnya berongga yang mengingatkan saya pada kue kering jadul kembang goyang hahaha.. Okra ini memiliki kekhasan yaitu berlendir!
Gumbo pada umumnya dimakan dengan nasi. Ini khas makanan creole daerah Selatan yang juga dikenal dengan makanan Cajun. Kalau ke restoran Cajun, bisa ditemukan di sana makanan seperti gumbo ini, nasi jambalaya, seafood rebus yang biasanya isinya udang, kepiting, crawfish yang bentuknya menurut saya seperti lobster tapi kecil-kecil sebesar ibu jari, kentang dan jagung. Di restoran itu juga bisa menemukan blackened catfish, catfish goreng, bahkan daging aligator goreng. Lalu dessert yang terkenal adalah beignets, yaitu kue seperti donat yang dipotong kotak-kotak lalu ditaburi dengan gula bubuk.
Nah pagi tadi saya ke supermarket ketika suhu masih sekitar 5 derajat Celcius. Tiba di rumah langsung masak karena gumbo butuh waktu lama memasaknya. Benar saja, pukul 10:30 baru selesai. Saya sudah berjanji dengan teman akan ke stadion untuk nonton football. Karena cuaca dingin saya pakai kaos lengan panjang, jaket dan juga jas hujan. Menjelang pukul 12 saya sudah berada di tempat kami berjanji untuk bertemu lalu berjalan kaki ke stadion.

Orang-orang sudah ramai mendatangi stadion. Lapangan parkir penuh dengan tenda dan orang-orang yang ber-BBQ sambil menunggu pertandingan mulai. Sejak pagi mereka berpesta. Ini merupakan kegiatan khas sebelum pertandingan football. Orang-orang kebanyakan memakai pakaian hijau atau oranye yang merupakan warna kostum team tuan rumah. Saya pakai hoodie oranye sedangkan teman saya memakai hoodie hijau.
Sepanjang pertandingan saya kedinginan. Ada kalanya saya gemetar karena ternyata pakaian yang saya kenakan belum mampu menghangatkan tubuh. Bulan depan saya akan mengajak Nina ke stadion untuk menonton pertandingan football lagi, lawannya adalah team dari Hawaii. Saya belum tahu akan memakai kaos apa, CSU atau Hawaii hahaha... Lihat saja minggu-minggu depan, CSU selama 2 minggu ini kalah terus. Mungkin saya akan pilih Hawaii saja hahaha..***
Foto: Wikipedia