AES001 Sejarah Piano
Tatha Wu
Friday December 17 2021, 1:45 PM
AES001 Sejarah Piano

Piano yang biasanya disebut juga dengan pianoforte adalah alat musik yang dimainkan dengan cara ditekan tutsnya. Setiap tuts tersambung pada palu-palu yang ada di dalamnya dan menekan senar-senar yang berada di dalam piano. Senarnya berbeda-beda panjangnya dan membuat suaranya menjadi berbeda-beda juga. Piano dimainkan dengan jari-jemari tangan kita, pemain piano disebut pianis.

Piano ditemukan oleh Bartolomeo Cristofori (1655-1731) dari Padua, Italia. Ia diperkerjakan oleh Ferdinando de' Medici Pangeran Agung Tuscany, sebagai penjaga instrumen. Cristofori ahli dalam membuat piano-piano kuno dan sangat mengenal tentang pengetahuan instrumen keyboard. Pengetahuannya tersebut membantunya mengembangkan piano pertama yang ia buat. Pertama kalinya Cristofori membuat piano ini tidak diketahui pasti kapannya. Ia telah membuat 3 piano yang bertahan hingga sekarang dari tahun 1720-an. Ia menamakan ketiga piano itu dengan nama cimbalo di cipresso di piano e forte yang berarti "Keyboard dari cemara dengan lembut", dan dari waktuk ke waktu nama tersebut di singkat menjadi pianoforte, fortepiano, dan akhirnya menjadi piano.

Piano yang dibuat Cristofori suaranya lebih senyap daripada piano-piano modern, karena senarnya lebi tipis daripada yang sekarang. Tetapi senarnya jauh lebih keras dan lebih sustain (Mempertahankan) daripada Clavichord (alat musik yang mirip dengan piano, namun ini berasal dari Eropa pada pertengahan abad, pada zaman Baroque. Clavichord relatif tenang mengontrol suara nada yang sangat kecil, kecil, sedang, besar, dan sangat besar. Ada juga yang bernama Harpsichord, adalah sejenis alat musik tuts yang suaranya dihasilkan dari senar dipetik bukan dipukul dengan palu (didalam piano). Harpsichord menghasilkan suara yang keras, terutama ketika coupler (panel listrik yang dapat menerima dua sumber masukan yang berbeda) menggabungkan setiap kunci ke kedua manual dari harpsichord. 

"Sekian dulu dari aku, kalau ada kesalahn silahkan komen aja. Terima kasih untuk yang sudah membaca, like, dan memberikan masukan :)"

Foto: https://www.superprof.co.id/blog/wp-content/uploads/2019/02/pexels-photo-1246437-1060x706.jpeg

@joseph-wu

Ara Djati
@ara-djati   5 years ago
menarik sekali esainya, Tatha! kebetulan aku sempat penasaran asal nama piano, sekarang jadi tahu
Tatha Wu
@tatha-wu   5 years ago
Makasih Ara
Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Waah, selamat buat esai pertamanya Tatha... Dari Domikado udah ada tiga penulis ya. Kamu, Ara sama Vania. Keren. Ditunggu esai berikutnya ya. Tantangannya menulis rutin. Minimal seminggu sekali... Dicoba ya. 🏼
Tatha Wu
@tatha-wu   5 years ago
Makasih, Kak. Untuk essay selanjutnya udah ada ide sih Kak :)
Arief Djati
@arief-djati   5 years ago
Wah. Menarik ceritanya. Menarik juga kalau @tatha-wu cerita pengalamannya berkenalan dengan piano...🙏🙏
Tatha Wu
@tatha-wu   5 years ago
Terima Kasih Om @arief-djati
joefelus
@joefelus   5 years ago
Keren! keep writing! ditunggu tulisan selanjutnya! :)
Tatha Wu
@tatha-wu   5 years ago
Terima kasih @joefelus, untuk selanjutnya ditunggu ajah :)
inteneka
@inteneka   4 years ago
Halo Tatha, tulisan ini telah terpilih untuk dibukukan, mohon izin tulisan ini diterbitkan di buku 5 Atomic Essay Smipa Pecah Telor [AES001], semoga berkenan ya. Terima kasih. 🙏🏻
Tatha Wu
@tatha-wu   4 years ago
Ok Kak
Tatha Wu
@tatha-wu   4 years ago
Terima kasih juga Kak
You May Also Like