Pernahkah hidup dengan hanya 2 buah koper dan tidak memiliki apa-apa, tapi tetap merasa senang dan bahagia? Nah ini hanya semacam ilustrasi bagaimana seseorang hidup di rantau. Rantau itu tidak perlu harus di luar negeri, bisa saja di luar kota yang berjauhan dengan root kita, berjauhan dengan keluarga. Pertanyaannya mengapa bahagia? Kalau menurut saya karena ada kebebasan, ada kekuatan independensi yang dirasakan. Walau tantangan begitu besar kadang hampir tidak tertahankan, tapi justru itu yang memacu kita untuk terus maju dan berjuang.
Pada saat di rantau, kepemilikan bukan hal yang penting lagi. Tanpa memiliki apapun kita bisa sangat amat bahagia, apalagi jika tantangan demi tantangan dapat berhasil kita lewati. Jika belum pernah mengalami, jangan khawatir semua akan mengalami ini dan pengalaman semacam itu tidak hanya sekali. Masing-masing mempunyai keunikan tersendiri dan dapat memberikan pengalaman yang berbeda-beda.
Merantau sekaligus juga menawarkan bahwa segala sesuatu itu mungkin. Kita menjadi lebih mengenal kemampuan diri. Mengapa saya bilang segala sesuatu itu mungkin? Karena kita jadi berani mengambil risiko. Mengapa begitu? Karena kita tahu jika seandainya gagal kita masih bisa "pulang"! So, nothing to lose!
Walau tidak memiliki apa-apa, seperti halnya ketika sedang berlibur dan melakukan perjalanan, kita tahu bahwa ini saatnya kita akan mengalami banyak keseruan, melihat banyak hal-hal baru dan mengalami banyak pengalaman baru. Hanya saja jika hidup di rantau, liburan ini adalah liburan yang sangat panjang. Dan untuk menutup biaya liburan, kita harus menyisihkan waktu untuk mencari sumber penghasilan untuk menjalani pengalaman atau liburan yang panjang ini. Itu saja bedanya.
Kembali ke judul mengenai kepemilikan, possession. Diawal tentunya kita tidak menyadari ini. Kita memulai hidup baru hanya dengan perlengkapan yang basic, pakaian yang cukup, makananan yang cukup. Lama kelamaan kita menyadari bahwa bukan apa yang kita miliki yang membuat kita bahagia, melainkan apa yang kita lakukan! Kita sadar bahwa what defines me as a person is not what I have or what I own, instead what I have done, what I am doing and what I am going to do! Contoh sederhana, yang saya banggakan bukanlah barang-barang yang saya beli karena hidup di sini memungkinkan melakukan itu, tapi justru misalnya foto-foto dan cerita karena itu semua menunjukkan dan membuktikan bahwa saya "mengalami" itu semua dan itu yang membuat saya merasa kaya! Bukan materi tapi pengalaman!
Ini akan menjadi rangakaian esai saya yang terakhir berkenaan dengan topik merantau. Saya akan mengakhiri dengan kesimpulan pendek. Di rantau kita mempelajari banyak hal baru, bisa saja kebiasaan, budaya baru dan membangun kehidupan baru dari awal. Kehidupan tidak akan perfect, bahkan seringkali sulit sama seperti halnya hidup di tempat-tempat lain tapi dari semua pengalaman dan pelajaran ini tanpa sadar kita berubah. Pandangan dan wawasan kita berubah. Merantau mengubah kita ke hal yang lebih baik, perantauan dapat memperkaya diri kita!
Foto Credit: travelettes.net