Pada tahun 1938, Jerman Nazi menduduki dan menguasai seluruh negara Austria, dari ultimatum Anschluss (unifikasi, penyatuan) yang ditandatangani oleh kedua negara. Ambisi seorang Adolf Hitler saat itu, untuk menguasai seluruh dunia dan menciptakan sebuah utopia bayangannya sendiri. Langkah pertama menuju kesana, adalah mengambil teritori sebanyak dan sestrategis mungkin. Sehingga, partai Nazi Austria mengkudeta pemerintahannya sendiri, dan akhirnya bergabung dengan Jerman. Tanpa mendeklarasikan perang dan membuat ricuh/perhatian dunia tertuju ke arahnya, Jerman berhasil menduduki 1 negara.
Beberapa bulan kemudian, mereka beraksi kembali. Kali ini targetnya adalah Republik Cekoslovakia. Pemerintahan Jerman menyerahkan ultimatum pula, yang memaksa Cekoslovakia menyerahkan Sudetenland (peribahasa bahasa Jerman saat itu yang artinya wilayah kelompok etnis jerman) karena dalam Sudetenland ialah beberapa daerah kecil yang kebanyakan merupakan penduduk beretnis dan berbehasa Jerman. Kalau tidak diserahkan, akan ada perang. Karena tidak ingin perang dan kalaupun ada pasti kalah, maka pemerintah negara Cekoslovakia terpaksa menyetujui ultimatum tersebut. Dengan adanya aneksasi Austria dan Sudetenland, Jerman Nazi semakin besar secara ukuran, militer, dan juga ekonomi.
Beberapa bulan kemudian Cekoslovakia jatuh dalam kolaps secara ekonomi, akibat propaganda Nazi dan juga pemberian uang ke partai-partai kecil di Sudetenland. Sehingga akhirnya negaranya pecah. Dengan krisis seperti itu, Hitler selaku pemerintah otoriter Jerman mengambil 1/2 daerah yang tersisa, sementara Hungaria, Polandia mengambil daerah-daerah kecil. Sisanya hanya dijadikan negara bagian Jerman dengan pemerintah lokal. Tanpa mendeklarasikan perang (hanya mengancam), Jerman menguasai dan menghancurkan 2 negara.
Pada tahun 1939, bulan Maret, Jerman ingin menguasai kota Danzig dan wilayah sekitarnya, untuk menyatukannya dengan wilayah Prussia TImur. Daerah-daerah tersebut sebenarnya merupakan daerah Jerman yang hilang diserahkan kepada Entete pada PD1, terutama karena kalah perang. Tentunya pemerintah Polandia menolak, karena penyerahan daerah tersebut sudah berada dalam perjanjian dan tidak ingin diubah lagi. Sehingga akhirnya Jerman melakukan persiapan perang. Akhirnya pada 1 September 1939 Jerman mendeklarasikan perang. Polandia hanya bertahan selama 2 minggu sebelum menyerah. Mengapa bisa secepat itu terjadi? Karena Jerman memakai strategi Blitzkrieg, dimana itu adalah strategi penyerangan cepat oleh divisi-divisi tank baja. Tentu pasukan infanteri tidak akan bertahan melawan puluhan divisi tank baja yang menembak dan terus maju. Maupun akhirnya Sekutu mendeklarasikan perang ke Jerman dan 'mengirim bantuan' ke Polandia, semua itu sudah terlalu telat. Pasukan bantuan tidak pernah sampai ke Polandia, tidak tahu apakah benar tidak Inggris mengirim bantuan ke Polandia. Penyerahan negara sudah terjadi. Belum lagi saat itu Uni Soviet juga ikut menyerang dari sisi Timur, sebelum akhirnya dibuatlah perjanjian Molotov-RIbbentop.
Setelah Polandia jatuh, mulailah Perang Dunia kedua. Dan cerita pun masih panjang.