AES #24 Matahari
joefelus
Saturday July 31 2021, 6:56 AM
AES #24  Matahari

Salah satu perbedaan yang saya perhatikan antara kebiasaan orang-orang di tanah air dan di sini adalah apresiasi terhadap cuaca. Mungkin saja saya salah, tapi yang tampak di mata saya memang begitu.

Contoh sederhana dari obrolan-obrolan teman-teman saya selama ini, yang saya dengar misalnya."Bandung cerah!", "Bekasi mendung", "Cinere mulai gerimis" tapi semua itu hanya laporan saja. Jarang saya dengar,"Cimahi cerah dan sejuk, hari ini mau jalan-jalan ke taman!" Tidak! Teman-teman hanya menceritakan kondisi cuaca tapi tidak ada yang dilakukan berkaitan dengan kondisi itu. Mungkin kebetulan teman-teman saya punya kesibukan dan agenda masing-masing, jadi saya bisa saja salah.

Di sini frase yang digunakan teman-teman saya beda sekali. "Enjoying sunny day at City Park!", "Awesome morning, having some coffee by the Old Town Square Fountain!" Beda ya hehehe..

Lalu saya berpikir kenapa begitu? banyak fenomena yang berbeda dan saya yakin bisa dijadikan bahan berbincang. Saya ingat di Bandung ketika menjelang lampu merah motor-motor berhentinya sangat jauh dari perhentian di lampu merah, mereka memilih berhenti 100 meter dari lampu merah di bawah pohon, karena teduh. Pengendaranya pakai jaket atau T-shirt lengan pendek lalu ditambah arm sleeves hingga menutupi punggung tangan, kenapa? takut jadi hitam! hahaha... Di sini, matahari cerah semua orang langsung ganti celana pendek, tank top dan kalau perlu pakaian minim pantai dan berjemur, biar hitam! hehehe.. Kenapa begitu ya?

Saya dibesarkan di daerah tropis yang matahari selalu dapat dinikmati sepanjang tahun. Jadi matahari adalah hal yang biasa saja, tidak spesial! Mungkin itu sebabnya saya tidak terlalu menyukai Summer di sini, karena sekali lagi saya bisa menikmati itu hampir sepanjang tahun di tanah air. Kedua, yang namanya musim panas di sini panas sekali. Minggu ini masih di akhir musim semi tapi suhu udara sudah membuat saya menderita, Hari ini 37°C, besok 38°C dan Selasa 40°C, ini belum musim panas loh! Bayangkan bagaimana panasnya nanti Summer, seringkali di atas 45°C.

Orang-orang di sini tampaknya sangat menikmati matahari. Begitu udara cerah mereka langsung keluar rumah dan menikmati panasnya matahari seperti menemukan sesuatu yang sangat berharga. Mereka ke open space yang sangat banyak di sini, berpakaian minim dan bermain volley, frisbee, atau hanya tidur-tiduran di atas selembar handuk sambil membaca buku. Saya? diam di rumah, pasang AC dan nonton Netflix sampai mabuk! hahahaha

Lalu saya berpikir, kok bisa ya? Kenapa begitu? lalu saya mulai memperhatikan kondisi cuaca sepanjang tahun. Di Fort Collins salju bisa mulai turun sebelum akhir September (seperti tahun lalu) itu masih musim panas karena musim gugur baru mulai akhir september, tahun lalu baru tanggal 22 sementara Salju seingat saya sudah turun tanggal 19. Salju bisa turun hingga bulan Mei! Jadi ada rentang sekitar 8 bulan. Akhir September suhu mulai Drop tinggal hanya 1 digit, itu berlangsung (lagi-lagi hingga pertengahan bulan Mei) Musim gugur dan musim Semi sudah dapat dipastikan suhunya rendah dan dingin walau matahari cerah tapi tidak nyaman untuk berjemur. Nah sepertinya ini alasan mengapa mereka sangat menyukai matahari!

 

Saya tidak berbicara tanpa bukti loh! Pagi ini seperti biasa di akhir pekan, saya duduk di kedai kopi. Biasanya saya berangkat pagi-pagi supaya memastikan dapat meja. Kali ini saya tidak khawatir karena di dalam kedai semua meja kosong, semua orang duduk di luar menikmati matahari yang sudah mulai nongol sejak pukul 5 pagi dan tenggelam pukul 08:32 malam. Ya, menjelang musim panas siang lebih panjang dari malam. Nanti waktu musim panas lebih parah lagi, matahari tenggelam menjelang pukul 10 malam. Anak-anak kecil tetangga masih lari-lari, menangis dan berantem hingga larut malam. Beberapa tahun lalu di bulan puasa yang jatuh pada musim panas, anak-anak tetangga yang dari timur tengah bermain ramai menunggu magrib, berisik sekali. Lalu sunyi ketika berbuka puasa dan setelah itu ramai lagi hingga makan sahur karena jarak antara buka dan makan sahur hanya beberapa jam saja. Dari pada tidur, mereka bermain dan begadang, sesudah makan sahur mereka tidur dan sepi seharian. Saya yang sengasara karena harus tidur dan bangun subuh karena harus nguli! Matahari di sini memang bikin kacau! hahaha***