AES155: Hari terasa panjang
haegenquinston
Friday April 8 2022, 7:10 AM

Di suatu minggu beberapa bulan lalu, aku sempat menjalani hari demi hari seperti layaknya sudah sebuah kebiasaan. Karena hari tersebut aku tidak seriuskan (aku hanya diem di rumah, malas-malasan) maka hari tersebut berjalan dengan cepat, sudah sampai di esok harinya. Dan seterusnya seperti itu. Barulah aku merasakan akhir-akhir ini, betapa lama waktu 1 hari berjalan saat dipenuhi kegiatan, objektif, dan kebutuhan banyak. Misalnya, hari ini aku merasakan akan sibuk, kesibukannya yaitu dari rutinitas harian KPB, lalu kesibukan gereja, juga kesibukan les. Itu semua, sebenarnya bisa dialokasikan denga maksimal dan teratur. Meskipun hal-hal tersebut kadang memakan waktu luangku, aku tetap sadar kalau aku kebanyakan waktu luang, tidak akan produktif.

Hari kemarin menurutku sangat terasa panjang, karena aku merasakan kegiatan yang produktif, manfaat waktu yang lebih baik daripada dulu, dan tidak menganggur. Aku juga sudah membuat perencanaan jadwal hari ini agar semua objektif bisa tercapai dengan strategis.

Sebuah hari yang sibuk dan padat pastinya akan melelahkan dan membutuhkan istirahat. Kalau sedang jamnya sekolah, jika kami sekelompok sedang serius selama 1-2 jam, hasilnya akan produktif. Aku juga cukup merasa lelah pertama kali 100% serius, karena lama-kelamaan sulit untuk bertahan di kegiatan yang sedang dikerjakan.

Karena istirahat itu fleksibel, maka seperlunya kita ingin istirahat dulu, beristirahatlah. Jangan sampai istirahat dijadikan penundaan secara tidak langsung, istirahat itu efektif agar kita bisa memulihkan pikiran dan tenaga kita sendiri. Menariknya, jika aku bekerja tanpa istirahat, akan lebih lama dibandingkan kalau ada sesi istirahatnya, karena meskipun terambil waktu 15 menit-an namun selanjutnya lebih produktif.

Seperti halnya aku menulis Atomic Essay ini di pagi hari, ini adalah bagian dari jadwal panjangku hari ini. Semoga apa yang aku lakukan bisa teratur di kemudian hari.