Udah sering aku membicarakan bagaimana ekspektasi dan realita hidup kadang berbeda, mungkin hari ini ke-69 sekian kalinya. Namun, hal ini mungkin cukup penting karena pengalaman pribadiku dalam bidang ini sudah cukup berat dan panjang.
Pada suatu hari, aku sedang ingin menonton sebuah film dengan teman-temanku, janjian untuk nonton bersama. Kebetulan, tidak seperti biasanya, film yang aku tonton adalah film horor, tidak seperti film biasanya yang kutonton dengan tema action, sci-fi, ataupun thriller (bahkan crime). Awalnya aku sempat ragu, baru pertama kali aku menonton sebuah film horor di sinema secara langsung (biasanya nonton lewat youtube) sehingga aku tidak bisa berekspektasi, pengalamannya akan seperti apa.
Dahulu aku sempat berekspektasi, bahwa menonton film horror itu akan sampai ada yang jerit-jeritan dan ribut karena kaget dan jump scare, orang-orang di sekitarku juga berkata seperti itu. Apalagi kalau dibawa sampai ke perasaan, biasanya orang-orang tuh ada yang ketakutan berlebihan.
Tetapi, ekspektasi tentu berbeda dengan realita, kalau kita belum pernah memiliki pengalaman. Sehingga aku cukup terkejut ketika pengalaman sebenarnya terjadi.
Apakah mungkin karena film horrornya tidak begitu menakutkan/seru? Atau mungkin aku berekspektasi terlalu tinggi? Intinya, Intinya, film yang kutonton ternyata tidak menakutkan, aku tidak membawanya terhadap perasaan dan terlalu 'into', meskipun cukup seru, tapi ternyata tidak memenuhi ekspektasiku.
Di satu sisi mungkin aku puas karena tidak ketakutan berlebihan, di sisi lain kurang puas karena tidak menakutkan, tidak menantang, dan tidak berasa film horror. Bahkan kadang serian zombie seperti AOUAD yang bukan film horror, lebih membuatku semangat dan tegang.
Apa pelajaran yang bisa kudapatkan dari pengalaman menonton film horror saat itu? Apa yang orang lain katakan, kemungkinan subjektif dan belum tentu kita rasakan secara sama (opini), sehingga jangan dijadikan dasar dari apa yang kita percayai. Ternyata aku juga cukup betah saat menonton film horror, meskipun tidak terlalu mendapatkan kesan baik/makna di bagian akhir. Terakhir, nonton film di cinema tidak beda jauh dengan di netflix, di youtube.