AES 304 Setiap Hari Adalah Prestasi
joefelus
Wednesday March 23 2022, 3:11 AM
AES 304 Setiap Hari Adalah Prestasi

Ini akan menjadi tulisan esai saya di AES yang ke 304. Supaya lebih jelas: tiga ratus empat! Hahaha.. Bayangkan saya sudah selama 304 hari menulis hampir non stop di AES. Itu artinya jika sebulan ambil rata-rata 30 hari maka saya sudah lebih dari 10 bulan terus-terusan menulis. Ini bukan main, salah satu kegiatan harian yang saya terus banggakan dan terus saya usahakan tidak pernah ompong lagi sesudah beberapa hari pernah tersengal-sengal (haha.. bernapas kali!) karena berbagai kesibukan bukan disengaja atau malas.

Saya punya blog pribadi dan itu saya mulai sungguh-sungguh blogging di Wordpress sejak tahun 2016 dan tercatat saya sudah published sebanyak 432 tulisan. Tapi ini sudah menginjak tahun yang ke-6, jadi kalau diambil rata-rata, per tahun saya menulis sebanyak 72 tulisan atau 6 buah tulisan sebulan. Tapi dari 432 itu 303 diantaranya adalah tulisan yang sama yang saya tulis di AES! Jadi blog saya itu cuma nebeng, sengaja esai dari AES saya simpan di sana untuk berjaga-jaga dan sebagai locker atau storage tulisan saya. Itu saja sih.

Kenapa saya mengulas tentang rajinnya saya menulis? Bukan karena mau menyombongkan diri, sama sekali tidak tapi saya sungguh bangga pada diri sendiri bahwa selama ini terus berhasil memegang teguh komitmen yang sudah saya buat. Ini buat saya prestasi besar! Sepertinya saya belum pernah sebangga ini mengenai kesetiaan saya pada sebuah komitmen, wong yang lebih serius saja seperti misalnya menjalankan ibadah keagamaan saya tidak pernah punya prestasi sebaik ini. Puasa? hahaha... jujur saja, saya tidak ingat bahwa saya pernah tamat. Oh mungkin satu saya bisa ungkapkan, saya ikut grup membaca kitab suci sejak 5 tahun lalu dan hampir selalu khatam! Ya ini juga membanggakan karena artinya minimal saya sudah khatam 5x. Tapi, saya tidak bisa menggemar-gemborkan karena seringkali saya membaca tanpa mengerti dan lebih ke "asal selesai" membaca tanpa mendalami secara khusus. Nah ini akan jadi proyek saya yang berikutnya. Mudah-mudahan.

Baiklah, saya ingin kembali ke topik mengenai esai AES ini. Kenapa saya bangga? Karena saya sungguh-sungguh menulis! Saya menulis dari hati, dari pikiran. Saya menulis cerita pengalaman, saya menulis tentang kesedihan, tentang kekhawatiran, tentang keragu-raguan, tentang ketakutan dan juga tentang kebahagiaan serta kebanggaan. Saya pernah sekali menulis esai orang lain, tapi saya tidak menghitungnya sebagai esai yang saya buat dan tidak saya masukkan ke dalam daftar esai saya. Ini hanya sekedar membagi karena saya suka sekali esai itu dan bermimpi bahwa suatu waktu saya bisa menulis seperti itu.

Pernah saya gagal menulis? Sering! Bahkan tadi pagi saya sempat kecewa karena sebuah tulisan saya yang sudah saya siapkan untuk ditayangkan di AES terhapus karena keteledoran. Maksudnya ingin meng-copy untuk di paste di AES, eh malah saya hapus, sudah begitu dengan "pintar"-nya, (Sarkasme ini, mau menulis lawan katanya ga tega mengomeli diri sendiri hehehe) saya justru men-save, bukannya me-redo! Memang saya sering kepintaran hahahaha! Itu pertama. Kedua saya sering gagal tidak mampu menulis padahal waktu tayang sudah semakin mepet. Yang saya lakukan adalah menulis tentang ketidakmampuan saya menulis, menulis tentang ketidakadaan ide yang bisa ditulis, dan menulis tentang kesulitan saya untuk menulis. Hahaha keren khan? Toh hasilnya menjadi sebuah tulisan dan tetap jujur dengan keberadaan saya dalam menghadapi rintangan.

Nah, Hari ini baru sadar bahwa saya tinggal menulis 61 buah esai lagi, jadi hanya sekitar 2 bulan tersisa dan janji saya untuk terus menulis selama setahun akan dapat saya penuhi. Artinya sekarang saya sudah menulis lebih dari 80% dari pledge saya menulis selama 1 tahun penuh. Nah bagaimana saya tidak bangga? Terlebih lagi setiap saya menambah 1 tulisan artinya saya memecahkan rekor saya sendiri, setiap hari, setiap saya menulis esai yang baru saya mempunyai prestasi yang baru dan tidak hanya di AES tapi juga di blog pribadi saya! Jadi saya punya alasan bagus untuk berbangga, bukan?

Apa rencana saya sesudah menulis 1 tahun penuh? Saya akan terus menulis! Itu rencananya. Sampai kapan? sampai saya tidak bisa menulis lagi? Sampai saya tidak mampu menemukan ide lagi, sampai saya tidak mampu berpikir lagi. Jadi maksudnya sampai kapan? jujur, jawaban saya adalah: Tidak tahu.

Seriusan? Mau terus menulis? Iya! Karena dengan menulis saya dipaksa berpikir, saya dipaksa untuk berefleksi, saya didorong untuk peka terhadap segala sesuatu, peka terhadap perasaan, peka terhadap sekitar, peka terhadap pandangan orang lain, dan peka pada semesta. Dari situ saja saya bisa menemukan banyak bahan tulisan! Dengan menulis saya mau tidak mau melihat ke dalam diri sendiri, dengan demikian saya menghargai diri sendiri, lebih mengenal diri, lebih mencintai diri. Dengan menulis saya melihat ke luar diri saya, melihat orang lain, melihat sekitar dan melihat semesta. Ini juga akan jadi gudang topik untuk menulis sejauh saya benar-benar fokus dan terbuka akan segala sesuatu. Kata kak Andy dalam esainya, "Semua orang bisa menulis", Untuk siapa? untuk diri sendiri, kalau ada orang lain mau membaca juga silahkan, mudah-mudahan menginspirasi. Kita belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain bukan? Nah kurang apa sekarang kegunaan dari menulis? Banyak sekali, hampir tidak terhitung. Itu alasan saya akan terus menulis tanpa dibatasi hanya setahun, kalau bisa hingga jari-jari saya suatu waktu nanti kaku dan tidak mampu mengetik lagi, atau hingga pikiran saya mulai melemah, yang jelas entah sampai kapan. Yang penting tekad saya tidak pernah pupus dan harus selalu saya usahakan untuk dipertahankan. Dan satu lagi, mudah-mudah saya bisa menulis lebih baik dengan cara, ketrampilan yang semakin berkembang. Itu sih proyek jangka panjang saya, tapi untuk sekarang saya pastikan akan terus menulis. Semoga!***

foto: https://gleefulgabbie.wordpress.com/2014/01/16/write-stuff-for-wannabe-writers/

admin
@admin   4 years ago
Selamat, Pak Jo. Bukan cuma Pak Jo yang bangga, kita semua juga bangga atas prestasi Pak Jo ini. Pada esai yang ke 365, kita harus bikin perayaan nih...utk Pak Jo, Rico, dan Kak Andy. Kan nanti berdekatan tuh harinya.

Saya udah ketinggalan jauh banget nih...udh setengahnya..🤪
joefelus
@joefelus   4 years ago
Hahaha terimakasih Bang. Serius, saya harus berterimakasih juga pada Smipa, pada AES, karena tanpa wadah ini saya tidak akan pernah terpicu dan punya motivasi untuk terus menulis. Semoga AES tidak ada berhentinya. 🙏